Berkas Kasus Presiden Negara Rakyat Nusantara Dinyatakan Lengkap

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karopenmas Polri Argo Yuwono memberikan penjelasan saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan 2 tersangka dengan inisial DN als AH dan SB als KB. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Karopenmas Polri Argo Yuwono memberikan penjelasan saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan 2 tersangka dengan inisial DN als AH dan SB als KB. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan berkas perkara tersangka Yudi Syamhudi Suyudi, seorang yang mengaku pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara, dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. “Hari ini tanggal 4 Maret 2020, penyidikan sudah dinyatakan lengkap P21 oleh JPU (jaksa penuntut umum)," kata Argo dalam keterangan tertulis.

    Argo menuturkan polisi segera menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan. Setelah itu, Kejaksaan akan membawa Yudi ke persidangan. “Secepatnya di tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti,” ucap Argo.

    Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap Yudi pada 29 Januari 2029 karena mengaku sebagai pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara. Bareskrim menciduknya lantaran diduga melakukan tindak pidana makar.

    Pernyataan Yudi yang diduga makar dan menyebarkan berita bohong adalah: "Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang kita perjuangkan yang mewakili rakyat-rakyat bangsa-bangsa nusantara yang sebelumnya sudah ada sebelum NKRI".

    "Mengajak untuk membubarkan NKRI dan akan menggantikan dengan negara rakyat nusantara. NKRI sekarang sudah mengalami kebuntuan dan sangat kritis kalo bisa dibilang sistem NKRI sistem yang telah membusuk. Kita nyatakan mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI."

    Video orasi Yudi juga beredar di sejumlah media sosial. Polisi menjerat Yudi dengan Pasal 110 KUHP juncto Pasal 107 KUHP Juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.