Virus Corona, Aceh Putuskan Stok Masker untuk Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas meninjau persiapan logistik di kapal KRI Banda Aceh yang akan diberangkatkan ke Pulau Sebaru di Mako Kolinlamil, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas meninjau persiapan logistik di kapal KRI Banda Aceh yang akan diberangkatkan ke Pulau Sebaru di Mako Kolinlamil, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Dinas Kesehatan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memutuskan tidak akan membagikan masker kepada masyarakat untuk pencegahan virus Corona.

    Pemerintah daerah menyiapkan masker hanya untuk petugas kesehatan jika nanti ditemukan warga yang terpapar virus Corona atau Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

    “Jadi saya sudah ambil kebijakan. Saya minta maaf tidak bisa bagi-bagi (masker) ke masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Muhammad Hanif dalam konferensi pers di Posko Corona Pemerintah Aceh, Kota Banda Aceh, hari ini, Rabu, 3 Maret 2020.

    Hanif menerangkan bahwa tidak seluruh orang dianjurkan menggunakan masker. Penggunaan masker hanya untuk tempat-tempat dan profesi tertentu, seperti dokter dan tenaga kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    Adapun bagi masyarakat umum yang harus menggunakan masker hanya yang sedang mengalami flu, pilek, batuk, atau demam.

    “Lalu misalnya mau pergi ke luar negeri, itu wajib pakai masker. Apalagi di negara terjangkit virus Corona."

    Menurut Hanif, masyarakat tidak perlu khawatir dalam aktivitas sehari-hari. Cukup waspada dan selalu melakukan pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup sehat.

    Hindari pula tempat-tempat keramaian dan tidak sembarangan memegang benda-benda asing di tempat umum.

    Dia mencontohkan, bisa saja benda yang dipegang sebelumnya terkena cairan batuk orang lain.

    "Yang ditakutkan kalau ada virus Corona," ujar Hanif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara