JK: Panik Belanja karena Virus Corona Hanya Satu Pekan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menyerahkan bukunya yang bertema Politik Global dengan Islam Wasathiyah kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla di Perpustakaan Nasional, Jakarta, 4 Maret 2020. Tempo/Friski Riana

    Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menyerahkan bukunya yang bertema Politik Global dengan Islam Wasathiyah kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla di Perpustakaan Nasional, Jakarta, 4 Maret 2020. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, memperkirakan panic buying atau berbelanja karena panik lantaran merebaknya virus Corona hanya berlangsung selama satu pekan. "Kalau panic buying minggu ini, minggu depan (akan) kurang karena kalau anda beli beras kebutuhannya tetap saja, cuma beli lebih dulu. Jadi paniknya seminggu," kata JK di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    JK menilai upaya pemerintah dalam menangani kasus virus Corona di dalam negeri sudah sesuai dengan kemampuan. Ia berharap, virus itu tidak mewabah seperti yang terjadi di Korea dan Iran. Karena itu, JK menyarankan agar semua pihak mempersiapkan yang terburuk.

    Setelah adanya pengumuman resmi dari pemerintah, masyarakat mulai memadati sejumlah tempat perbelanjaan. Supermarket Tip Top di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, misalnya, dipadati pembeli yang panik pada Senin malam, 2 Maret 2020. Mobil-mobil terlihat mengantre menjemput orang-orang yang berbelanja.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, pengumuman dua warga negara Indonesia (WNI) terjangkit virus corona Covid-19 sempat memicu panic buying atau belanja secara tak wajar di enam kota. Bermula dari Jakarta menuju ke beberapa kota seperti Surabaya.

    “Laporan Aprindo Aceh sampai Jayapura lebih kurang 5-6 kota terjadi hal ini," ujarnya saat konferensi pers, Selasa 3 Maret 2020. Akibat aksi panic buying yang dilakukan oleh masyarakat, kata Roy, jumlah belanja harian naik 10 persen hingga 15 persen dibandingkan pada hari biasanya.

    Roy menuturkan, bahwa hal-hal yang berhubungan dengan cara memitigasi virus Corona seperti masker, hand sanitizer atau cairan pembersih tangan, serta bahan pokok kebutuhan sehari-hari laku keras di pasaran pada saat kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.