Wabah Corona, Imigrasi Blitar Periksa 16 WN Cina dan Malaysia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tulungagung- Mengantisipasi wabah virus Corona Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Klas II Blitar, Selasa, 3 Maret 2020 memeriksa sedikitnya 16 warga negara asing asal Cina dan Malaysia yang bermukim di salah satu rumah warga di Perumahan Ringinpitu Park, Tulungagung, Jawa Timur. Pemeriksaan bersama Dinas Kesehatan Blitar setempat dilakukan karena keberadaan mereka memantik keresahan warga.

    "Kami mendapat laporan dari Timpora Kecamatan Tulungagung, sehingga dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan tim dinas kesehatan (Tulungagung)," kata Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Klas II non-TPI Blitar, Deny Irawan.

    Deny menolak menjelaskan lebih lanjut dengan alasan belum mendapat laporan hasil pemantauan. Timpora bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan dua proses skrining, yaitu pemeriksaan kelengkapan dokumen keimigrasian serta pemeriksaan kondisi kesehatannya.

    Penyebaran virus Corona semakin masif. Hingga kini sudah ada 55 negara, termasuk Indonesia, yang terkonfirmasi terjangkit penyakit ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.