Wabah Corona, Wajib Isi Kartu Kuning Jika Datang dari Negara Lain

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bandara saat berjaga pada bus yang mengangkut relawan misi kemanusiaan untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess usai pelepasan relawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 28 Jumat 2020. Sebanyak 23 relawan misi kemanusiaan diberangkatkan menuju Jepang untuk mengevakuasi 68 dari 70 WNI yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess, Jepang. Evakuasi tersebut berkaitan dengan penanganan wabah virus corona. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas bandara saat berjaga pada bus yang mengangkut relawan misi kemanusiaan untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess usai pelepasan relawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 28 Jumat 2020. Sebanyak 23 relawan misi kemanusiaan diberangkatkan menuju Jepang untuk mengevakuasi 68 dari 70 WNI yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess, Jepang. Evakuasi tersebut berkaitan dengan penanganan wabah virus corona. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta berupaya mencegah penyebaran virus Corona melalui pemeriksaan kesehatan kepada penumpang. Penumpang yang berasal dari luar negeri, termasuk Tempo, langsung diarahkan untuk mengisi data pribadi di kertas berwarna kuning bertuliskan 'Kartu Kewaspadaan Kesehatan' yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

    "Isi kartu dulu ya, di sebelah sana," ujar salah seorang petugas kepada Tempo, Selasa sore, 2 maret 2020.

    Penumpang wajib mengisi data diri seperti nama, umur, alamat rumah, sampai nomor paspor, datang dari negara mana, data pesawat dan nomor kursi pesawat, ke dalam kartu itu.

    Data yang diminta Bandara Soekarno-Hatta juga mengenai riwayat sakit penumpang. Apakah pernah mengalami sakit seperti demam, diare, atau sesak nafas. Begitu kartu itu terisi, petugas merobek setengah bagian. Setengah bagian yang lain harus disimpan oleh penumpang.

    Setelah mengisi data di kartu kuning, petugas mengecek kesehatan. Namun, pemeriksaannya tidak terlalu ketat. Penumpang hanya akan dicek satu kali sesaat setelah keluar dari pesawat, yakni dengan alat pendeteksi suhu tubuh.

    Petugas menempelkan alat pendeteksi itu di dahi setiap penumpang. Jika suhu tubuh di bawah 37 derajat, tamu dipersilakan masuk. Apabila di atas 38 derajat, maka petugas akan mengarahkan tamu ke ruang isolasi kesehatan yang terletak tak jauh dari antrean.

    Penyebaran virus Corona semakin masif. Hingga kini sudah ada 55 negara, termasuk Indonesia, yang terkonfirmasi terjangkit penyakit ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara