Ombudsman Paling Banyak Terima Aduan Soal Agraria pada 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Bidang Ekonomi Ombudsman, Ahmad Alamsyah Saragih (kanan) berbincang dengan pedagang cabai saat melakukan sidak harga komoditas pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019. Ombudsman akan memantau terus kondisi dan persedian bahan pokok jelang lebaran tahun ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Anggota Bidang Ekonomi Ombudsman, Ahmad Alamsyah Saragih (kanan) berbincang dengan pedagang cabai saat melakukan sidak harga komoditas pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019. Ombudsman akan memantau terus kondisi dan persedian bahan pokok jelang lebaran tahun ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaOmbudsman RI merilis Laporan Tahunan 2019. Masalah agraria dan pertanahan menjadi masalah yang paling banyak dilaporkan kepada lembaga pengawasan pelayanan publik. "Bidang agraria atau pertanahan menduduki peringkat pertama dengan jumlah 865 pengaduan," kata anggota Ombudsman, Ahmad Alamsyah Saragih di Hotel Sultan, Selasa, 3 Maret 2020.

    Bidang kepegawaian menjadi sektor kedua yang paling banyak diadukan, sebanyak 749 pengaduan. Di peringkat ketiga bidang pendidikan dengan 558 pengaduan, kepolisian 551 aduan, administrasi 249 aduan, dan ketenagakerjaan 184 pengaduan.

    Selama 2019, Ombudsman menerima 7.903 laporan. Sebesar 5.464 laporan telah diregistrasi dan ditindaklanjuti sedangkan sisanya sedang dalam proses pemeriksaan materil sebagaimana diatur dalam Undang -Undang.

    Ahmad memaparkan bentuk maladministrasi penundaan berlarut masih mendominasi di tahun 2019 yakni sebesar 33,62 persen atau sebanyak 1.837 pengaduan. Diikuti penyimpangan prosedur 28,97 persen atau 1.583 laporan, dan tidak memberikan layanan 17,7 persen atau 967 pengaduan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.