Jejak WN Jepang yang Tularkan Corona: Ke Klub Dansa Lalu Bandara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof DR Sulianti Saroso. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof DR Sulianti Saroso. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan warga negara Jepang yang menularkan virus Corona ke warga negara Indonesia asal Depok tidak mengunjungi banyak tempat di Indonesia. Menurut dia, selama di Indonesia warga Jepang itu hanya mengikuti pesta dansa di salah satu klub.

    "Hanya di situ, di party saja. Dari Malaysia ke sini terus kembali lagi," kata Yurianto di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

    Yurianto berujar setelah mengikuti pesta dansa, warga Jepang ini tidak mampir ke tempat lain melainkan langsung pulang ke Malaysia. "Ya enggak ada (mampir-mampir). Langsung ke bandara," kata dia.

    Pemerintah Indonesia telah mengumumkan dua orang WNI perempuan usia 31 tahun dan 64 tahun positif terinfeksi virus Corona. Keduanya merupakan ibu dan anak.

    Berdasarkan hasil penelusuran diketahui jika si anak mengikuti pesta dansa pada 14 Februari 2020 yang pesertanya dari berbagai macam negara. Dua hari kemudian dia mengalami sakit dengan gejala yang mengarah infeksi COVID-19 dan sempat dirawat di rumah sakit.

    Belakangan WNI ini mendapat telepon jika rekan pesta dansanya yang asal Jepang sudah dinyatakan positif virus Corona. Ibu dari WNI yang sempat merawatnya pun tertular Covid-19.

    Saat ini, kata Yurianto, dua WNI positif Corona itu sedang dikarantina di RSPI Sulianti Saroso. Adapun warga Jepang yang menularkan virus Corona itu dirawat di Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.