Wakapolri Perintahkan Anggota Kepolisian Kejar Penimbun Masker

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Satgas Antimafia Bola Jilid III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 Indonesia dan kembali menyelesaikan kasus pengaturan skor yang terjadi pada tahap I dan II, selain itu agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Satgas Antimafia Bola Jilid III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 Indonesia dan kembali menyelesaikan kasus pengaturan skor yang terjadi pada tahap I dan II, selain itu agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Polri atau Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono memastikan anggota kepolisian akan terus mengejar para penimbun masker dan alat-alat kesehatan lain yang terkait dengan wabah virus Corona.

    Menurut dia, praktek menimbun dengan tujuan mencari keuntungan pribadi di saat banyak orang mencari alat itu sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. “Kami akan bergerak terus mencari para penimbun. Jika ditemukan akan ditindak tegas,” kata Gatot kepada Tempo, Selasa, 3 Maret 2020.

    Upaya mencari para penimbun dilakukan di banyak titik, seperti pasar dan para pedagang online. “Kami tidak akan membiarkan ada yang menangguk untung besar di tengah kepanikan masyarakat karena wabah Corona.

    Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat juga menyelidiki dugaan penimbunan masker di wilayahnya. Kelangkaan masker dan cairan pembersih tangan mulai dirasakan oleh sejumlah masyarakat di Jawa Barat menyusul kekhawatiran warga akan menyebarnya wabah Covid-19.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan, pihaknya telah membuat langkah-langkah penyelidikan untuk mencegah penimbunan masker.

    "Apabila ditemukan adanya penimbunan, Polda Jabar akan melakukan tindakan hukum sesuai Pasal 107 Undang-undang nomor 7 Tahun 2014," kata Saptono saat dihubungi Tempo, Selasa, 3 Maret 2020.

    Menurutnya, penimbunan masker di tengah kondisi kekhawatiran warga merupakan tindak pidana. Bagi pihak yang melakukan tindakan tersebut bisa dikenai hukuman. "Ancamannya lima tahun penjara," kata dia.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.