Ganjar Minta Warga Sekitar Gunung Merapi Ikuti Pemerintah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintas saat terjadi hujan abu di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 3 Maret 2020. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah Boyolali akibat erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter. ANTARA

    Sejumlah pengendara melintas saat terjadi hujan abu di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 3 Maret 2020. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah Boyolali akibat erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter. ANTARA

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi mematuhi imbauan pemerintah. Gunung di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu erupsi pada Selasa, 3 Maret 2020, pukul 05.22. 

    Dia meminta masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk siaga. "Masyarakat relatif sudah punya pengalaman. Kalau pemerintah meminta pengungsi harap semua mengikuti."

    Menurut dia, saat ini status merapi di level waspada. Ganjar menghimbau warga dari daerah lain yang akan berkunjung ke sekitar Merapi agar sementara membatalkan rencana itu.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah masih bersiaga menghadapi erupsi Merapi. Termasuk BPBD di tingkat kabupaten yang terdampak langsung erupsi itu.

    Pemerintah Pronvinsi Jawa Tengah telah mengirim 8.000 masker untuk warga di Kabupaten Boyolali. Menurut Ganjar, lima desa di Boyolali terdampak hujan abu akibat erupsi Merapi. Terdiri dari empat desa di Kecamatan Tamansari dan satu di Kecamatan Selo.

    Kabupaten Boyolali menjadi daerah yang terdampak hujan abu cukup tebal karena saat erupsi angin mengarah ke sana. "Tadi pagi semua melaporkan, khususnya di wilayah Boyolali.” Akan halnya wilayah Klaten dan Magelang masih terkendali. 

    Erupsi Gunung Merapi pagi ini terjadi berdurasi 450 detik dan memuntahkan asap pekat setinggi sekitar 6.000 meter dari puncak Merapi. Awan panas mengarah ke Kali Gendol dengan jarak aliran diperkirakan mencapai 2 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.