Sekjen MUI: Jadikan Merebaknya Virus Corona Momen Koreksi Diri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-Ka: Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas,  Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain,  saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ki-Ka: Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak umat beragama untuk menjadikan kehadiran virus Corona di Indonesia sebagai momen mengoreksi diri. "Sebagai orang yang beragama kita hendaknya menjadikan kehadiran dari virus ini sebagai momen untuk mengoreksi diri apakah tingkah laku dan perilaku kita selama ini sudah baik dan benar atau belum," kata Anwar kepada Tempo, Selasa, 3 Maret 2020.

    Anwar mengatakan ada tiga kemungkinan yang terjadi dalam perspektif agama ketika musibah menimpa manusia. Kemungkinan itu antara lain musibah datang karena ujian dari Allah, azab dari Allah, dan karena cinta-NYA kepada kita. "Kita tidak tahu apakah kehadiran virus Corona ini ujian, azab dan   atau karena cinta Allah kepada kita," ujarnya.

    Jika setiap umat menyadari dirinya belum berperilaku dengan baik dan benar, maka mungkin saja mereka beranggapan ini azab dari Tuhan. Sehingga, Anwar menyarankan agar meminta ampunan kepada Tuhan untuk dijauhkan dari azab tersebut.

    Sebaliknya, jika umat beragama merasa sudah berbuat baik dan benar selama ini, maka kehadiran virus Corona dianggap sebagai ujian dari Tuhan kepada manusia. "Untuk itu kita harus meningkatkan kesabaran kita agar kita semakin disayang olehNya," kata dia.

    Selain itu, Anwar menilai mungkin juga karena Tuhan sayang kepada manusia sehingga diberi penyakit agar semakin dekat  dan banyak menyebut namaNya. "Sehingga sayangNya kepada kita semakin bertambah-tambah," ucapnya.

    Bendahara Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan, tidak ada yang bisa memastikan dari ketiga kemungkinan tersebut, mana yang telah terjadi pada manusia. Karena itu, ia menyampaikan ada dua hal yang harus dilakukan dalam menghadapi masalah ini.

    Pertama mengatasi masalah ini secara keilmuan. Ia mengimbau agar masyarakat  memperhatikan ketentuan yang telah dibuat oleh para ahli, dalam hal ini dari para pakar dalam dunia medis dan kedokteran.

    Kedua, masyarakat diminta melakukan evaluasi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangannya.

    "Kalau kedua hal itu sudah kita lakukan maka sikap kita tentu saja berpasrah diri kepadaNya karena ditanganNyalah segala sesuatu itu akan bisa ada dan atau tidak akan ada," kata Sekjen MUI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara