WHO Rilis Do and Don't Ketika Membicarakan Virus Corona

Reporter

Seorang perempuan mengenakan masker pelindung dan anjingnya duduk di kereta bawah tanah di Milan, Italia 1 Maret 2020. [REUTERS / Yara Nardi]

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis apa yang boleh dan tak boleh dilakukan ketika membahas atau membicarakan informasi terkait virus corona.

WHO menyebut ketika membicarakan virus corona ada beberapa kata atau bahasa yang memiliki konotasi negatif atau stigma buruk. "Dan sejujurnya, stigma lebih buruk dari virus itu sendiri ," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari akun Twitter resmi organisasi ini pada Selasa, 3 Maret 2020.

Yang pertama organisasi ini meminta masyarakat tak menyebut virus corona dengan embel-embel etnis atau wilayah. Seperti jangan menyebut corona dengan virus Wuhan, virus Asia, atau virus Cina.

Organisasi ini meminta publik cukup menyebut dengan virus corona atau Covid-19. Hal ini dilakukan agar tidak ada stigma etnis.

WHO pun meminta masyarakat membicarakan virus corona dengan data dari sumber-sumber terpercanya. Mereka meminta publik tak membagikan informasi yang sumbernya tidak jelas atau menunjukan bahwa virus ini akan membawa kiamat.

WHO pun meminta semua orang menggunakan terminologi "berkontak dengan" terduga Covid-19. Alih-alih memakai kata-kata seperti "mentransmisikan", "menginfeksi orang lain", dan "menularkan". Sebab, WHO melihat kata-kata yang terakhir ini malah menunjukan seolah-olah penyebaran virus corona disengaja.

   






Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

3 jam lalu

Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

Honda menurunkan rencana produksi di dua pabrik di Jepang karena terkendala rantai pasokan dan logistik yang dipicu oleh wabah Covid-19.


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

1 hari lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

1 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

2 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

3 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

3 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

4 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

4 hari lalu

Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

Meningitis yang disebabkan virus dan jamur, sama bahayanya. Ketahui penyebab dan gejala serta bagaimana proses pengobatannya.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

6 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.