Federasi Guru Minta Pemerintah Siapkan Masker di Sekolah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membeli cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Lonjakan permintaan serta harga masker dan hand sanitizer tersebut terjadi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus Corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Pengunjung membeli cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Lonjakan permintaan serta harga masker dan hand sanitizer tersebut terjadi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus Corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah menyediakan atau mendistribusikan masker ke sekolah-sekolah menyusul adanya kasus positif virus corona di Tanah Air. Dengan demikian, warga sekolah bisa mengenakan masker tersebut selama kegiatan belajar-mengajar.

    "Selain masker, pemerintah diharapkan menyediakan antiseptik pembersih tangan untuk sekolah-sekolah agar sekolah tetap menjaga pola hidup bersih dan terhindar dari penyebaran virus melalui tangan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2020.

    Permintaan itu disebabkan harga masker kini melambung di pasaran. Selain itu, stoknya pun cenderung langka di beberapa daerah.

    Satriwan pun mengimbau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pemerintah Daerah untuk membuat surat edaran bagi sekolah dan guru terkait pencegahan penyebaran virus corona. Surat edaran tersebut bisa dijadikan rujukan sekolah-sekolah dalam bertindak dan melangkah lebih lanjut untuk disampaikan ke siswa serta orang tua.

    Selanjutnya, siswa yang batuk, flu, dan demam, tutur Satriwan, sebaiknya belajar di rumah dulu sampai sehat kembali. Ia meminta siswa tersebut tidak memaksakan diri ke sekolah demi kesehatan para siswa. Ia pun mengimbau semua pihak di sekolah agar menerapkan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, meminimalisasi sentuhan tangan, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, dan aktivitas kesehatan lainnya.

    "Kami mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah terlebih dulu berinisiatif membuat langkah-langkah antisipatif di sekolah masing-masing terhadap pencegahan penyebaran virus," tutur dia.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa sudah ada kasus positif virus corona di Indonesia. Jokowi menyebut dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang ini tertular dari warga negara Jepang yang positif Corona, kemudian bertandang ke Indonesia beberapa waktu lalu. Saat ini, dua orang tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.