Kata Kemenkes Virus Corona Tak Menyebar Via Udara dan Benda Mati

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Pengunjung membeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan menanggapi kasus masuknya virus corona ke Indonesia. Ini terkait dua orang warga Depok yang terkonfirmasi positif corona.

    "Virus itu enggak nular kalau enggak ada kontak langsung," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 2 Maret 2020.

    Virus corona, kata Yurianto, juga tak bisa menyebar lewat udara dan benda mati. Untuk itu, kata Yuri, masyarakat tak perlu menjauhi rumah ataupun tempat dansa warga Depok yang positif Covid-19 tersebut. "Virus itu harus ada inangnya. Kalau di luar tubuh, 5-10 menit mati dia," ujar Yuri.

    Yurianto menjelaskan, virus corona hanya bisa menyebar jika ada percikan-percikan atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. "Misalnya dia batuk, percikan bersinnya bisa menularkan virus," ujar dia.

    Adapun gejala awal virus corona sama dengan penyakit biasa biasa, seperti batuk dan pilek. Untuk itu, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat aktif memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami batuk dan pilek serta menjaga imunitas tubuh.

    "Virus ini kalau mengenai orang yang daya tahan tubuhnya bagus, bisa sembuh sendiri," ujar Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.