Bali akan Bentuk Posko Antisipasi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KBRI Seoul kembali membuka loket pelayanan pada 1 Maret setelah ditutup sejak Jumat, 28 Februari 2020, untuk sterilisasi dan pencegahan virus Corona di Korea Selatan.[KBRI Seoul]

    KBRI Seoul kembali membuka loket pelayanan pada 1 Maret setelah ditutup sejak Jumat, 28 Februari 2020, untuk sterilisasi dan pencegahan virus Corona di Korea Selatan.[KBRI Seoul]

    TEMPO.CO, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali berencana membentuk posko penanganan virus corona atau Covid-19. langkah ini diambil setelah dua warga negara Indonesia atau WNI dilaporkan positif virus tersebut.

    "Akan terpusat, akan ada satu rumah sakit khusus," kata Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Arta Ardana Sukawati atau Cok Ace, Senin, 2 Maret 2020.
     
    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona. 
     
    Cok Ace menyebutkan, pemerintah provinsi akan memperhitungkan dampak lingkungan serta arah angin untuk posisi rumah sakit khusus ini. "Menjadi alternatif yang akan segera kami bahas," ujarnya.
     
    Selain itu, Cok Ace menerangkan pemerintah masih mendata secara pasti terkait rumah sakit yang memiliki ruang isolasi untuk virus Corona.  "Jumlahnya tersebar di rumah sakit swasta dan pemerintah di setiap kabupaten," ujarnya.
     
    Dampak dari virus Corona ini, kata Cok Ace, bisa lebih parah dari letusan Gunung Agung terhadap ekonomi Bali. Saat itu, ekonomi Bali, menurut dia, anjlok 3,9 persen.
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.