Pengobatan Pasien Terdampak Virus Corona Ditanggung Pemerintah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdiri di dekat maneken yang dipasangkan masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 28 Februari 2020. Harga masker yang sempat menyentuh sekitar Rp1,7 juta per kotak untuk jenis N95 karena dampak virus corona, kini telah turun hingga sekitar 50 persen menjadi sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per kotak, sementara untuk masker bedah dari harga sekitar Rp250 ribu menjadi Rp160 ribu per kotak. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Warga berdiri di dekat maneken yang dipasangkan masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 28 Februari 2020. Harga masker yang sempat menyentuh sekitar Rp1,7 juta per kotak untuk jenis N95 karena dampak virus corona, kini telah turun hingga sekitar 50 persen menjadi sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per kotak, sementara untuk masker bedah dari harga sekitar Rp250 ribu menjadi Rp160 ribu per kotak. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengatakan pengobatan pasien terdampak virus Corona (Covid-19) bakal ditanggung oleh pemerintah. Ia meminta masyarakat tidak perlu cemas.

    "Sebagaimana soal KLB (kejadian luar biasa), secara pembiayaan sepenuhnya ditanggung pemerintah. Jadi masyarakat enggak perlu khawatir soal pembiayaan," kata Bambang dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

    Bambang menuturkan, yang paling penting adalah masyarakat tetap menjaga kesehatannya. Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan kondisinya jika merasa tidak enak andai sebelumnya berpergian ke negara-negara yang terdapat kasus positif corona.

    Sementara itu, kata Bambang, pemerintah telah membagikan edaran tentang prosedur standar penanganan pasien terduga terinfeksi virus corona ke rumah sakit di seluruh Indonesia. "Semua sudah disosialisasikan," ucap dia.

    Pemerintah juga menambah 32 rumah sakit di seluruh Indonesia yang bisa dijadikan sebagai rumah sakit rujukan. "Kami ada 100 rumah sakit rujukan, itu sudah disiapkan dan ini akan diperluas, ada tambahan 32 rumah sakit rujukan," ujar dia.

    Menurut dia, rumah sakit tambahan ini sudah sejak beberapa tahun lalu disiapkan menjadi rujukan penanganan pasien-pasien terinfeksi penyakit sejenis flu yang menular.

    Catatan koreksi: Judul dalam berita ini telah diubah pada Selasa, 3 Maret 2020 pukul 17.12 WIB karena ada kekeliruan terkait pihak yang menanggung biaya pengobatan pasien Corona. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara