Keluarga dan Perawat WNA Suspec Corona di Batam Diawasi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Batam - Orang-orang yang pernah berinteraksi dengan ALS, WNA Singapura terduga kena virus Corona yang akhirnya meninggal di RSBP Batam, ikut diawasi.
     
    Keluarga pasien itu dilarang keluar rumah selama beberapa hari ke depan. Puluhan petugas rumah sakit yang menangani jenazah juga masuk dalam daftar orang dalam pengawasan (ODP) Dinas Kesehatan Kota Batam. 
     
    "Termasuk dokter dan petugas rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Tjetjep Yudiana kepada pers hari ini, Senin, 2 Maret 2020. 

    ALS, 61 tahun, wafat di Kota Batam. Dinas Kesehatan Batam telah menegaskan bahwa ALS meninggal bukan karena virus Corona. ALS dimakamkan di Batam. 

    Tjetjep menjelaskan, meskipun WNA itu negatif Corona tapi Dinas Kesehatan tetap mengantisipasi dengan mengawasi orang-orang yang pernah berhubungan langsung dengan pasien tersebut. 

    Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPKL) UPT Kemenkes Slamet Mulsiswanto mengatakan, jumlah orang yang diawasi 33 orang.

    Spesimen mereka sudah dikirimkan ke Kemenkes untuk dicek apakah terkena virus Corona.

    "Dalam beberapa hari lagi hasilnya keluar," kata Slamet. "Butuh waktu 4 hari mulai dari pengiriman sampai hasilnya keluar."

    Total 44 spesimen pasien terduga Corona sudah dikirim ke Kemenkes Jakarta. Hasilnya, 11 orang negatif dan 33 orang masih menunggu hasil. 

    Slamet menjelaskan di Kepri ada tiga tim yang siap mengambil spesimen pasien yang menderita gejala virus Corona. Tiga tim tersebut diseber ke Tanjungpinang, Karimun, dan Kota Batam.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.