2 Orang Kena Corona, Polri :Jangan Panik dan Termakan Hoax

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019.  Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI meminta masyarakat tak mudah termakan berita bohong atau hoax mengenai virus Corona atau covid-19.

    "Indonesia memiliki Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang dapat menjadi narasumber menjawab pertanyaan seputar virus Corona," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono pada hari ini, Senin, 2 Maret 2020.

    Argo juga mengingatkan masyarakat agar tak mudah panik dan tetap patuh akan peraturan yang disampaikan oleh pemerintah, menyusul pengumuman dua orang yang positif terpapar virus Corona.

    Presiden Jokowi telah mengumumkan dua kasus Corona. Ia menyebut dua WNI tertular dari warga negara Jepang yang positif Corona.

    "Ibu dan putrinya, dua orang itu di indonesia. Sudah di rumah sakit. Si ibu usia 64 tahun dan anaknya umur 31 tahun," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

    Menurut dia, pemerintah sudah sangat siap menghadapi kasus Corona.

    "Kami punya rumah sakit, peralatan, dan SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada," ujar Jokowi. "Pemerintah juga miliki anggaran dan sudah diprioritaskan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.