Jemaah Ahmadiyah Adukan Penyegelan Masjid ke Komnas HAM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah Ahmadiyah Parakansalak, Sukabumi mengadukan penyegelan masjid ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Rosseno Aji

    Jemaah Ahmadiyah Parakansalak, Sukabumi mengadukan penyegelan masjid ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jemaah Ahmadiyah dari Parakansalak, Sukabumi mengadukan peristiwa penyegelan pintu Masjid Al Furqon ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka menganggap penyegelan itu ilegal.

    "Mereka bilang (penyegelan itu) untuk mengamankan kami, kami tidak menerima surat penyegelan," kata salah satu jemaah perempuan di kantor Komnas HAM, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

    Penyegelan Masjid Al Furqon bermula dari rencana warga untuk merenovasi tempat ibadah penganut Ahmadiyah tersebut. Masjid ini sempat ludes dibakar massa pada 2008 silam.

    Pada Selasa, 18 Februari 2020, jemaah Ahmadiyah berencana untuk memasang langit-langit masjid. Namun keesokan harinya, Rabu, 19 Februari 2020, aparat dari Kepolisian Sektor Parakansalak dan Koramil meminta renovasi dihentikan.

    Mereka juga menyegel tiga pintu masjid pada Kamis, 20 Februari 2020. Jemaah Ahmadiyah menyebut penyegelan itu disertai intimidasi. Polisi berkata bila renovasi tak dihentikan, maka ada massa yang akan datang menggereduk masjid. "Warga dibentak saat merekam penyegelan itu," kata dia.

    Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan akan mengirim surat ke Bupati, Kepala Kepolisian Polres Sukabumi terkait peristiwa ini. Dia mengatakan juga akan datang ke lokasi kejadian untuk memediasi penyegelan ini. "Suratnya akan kami tembuskan ke Gubernur Jawa Barat dan Kapolda," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara