Jokowi Diminta Bicara soal Corona Jawab Keraguan Internasional

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Alexius Jemadu, menyarankan Presiden Jokowi aktif menjelaskan kepada dunia internasional ihwal langkah-langkah penanganan virus Corona (Covid-19).

    Menurut dia, itu perlu dilakukan sebab dia menilai kredibilitas Indonesia tengah dipertaruhkan karena banyak yang meragukan kemampuan pemerintah menangani Corona.

    "Kalau kredibilitas bangsa ini dipertanyakan maka Bapak Presiden harus tampil, mengatakan bahwa kami bekerja, saya memimpin para menteri saya. Itu dunia akan percaya," kata Alexius dalam diskusi "Korona, Kita Imun atau Melamun" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Ahad, 1 Maret 2020.

    Dia berpendapat jika Jokowi bicara soal virus Corona itu sekaligus untuk mengantisipasi pemberitaan media internasional yang tak bisa dikontrol.

    Menurut dia, pemerintah kecolongan jika media internasional lebih dulu memuat perihal cara-cara pemerintah Indonesia menangani virus Corona alias Covid-19.

    "Mereka bisa memberitakan dengan asumsi mereka. Kalau sampai media internasional mendahului kita mengatakan itu, kita sudah kecolongan."

    Munculnya keraguan internasional, dia melanjutkan, bisa jadi karena Pemerintah Indonesia belum melakukan apa yang seharusnya dalam menangani penyebaran virus Corona.

    "Atau melakukan, tapi belum menyentuh standar atau ekspektasi dunia internasional itu."

    Alexius menuturkan apabila Indonesia sudah melakukan langkah-langkah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hal tersebut semestinya disampaikan kepada dunia internasional.

    Hal tersebut dinilainya penting jika menjadi disclaimer jika nanti terjadi penyebaran Corona di Indonesia.

    Sejumlah negara meragukan klaim Indonesia bahwa bebas dari penyebaran virus Corona. Sekretaris Jenderal WHO Tedros Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan, jangan ada negara yang melakukan kesalahan dengan meyakini bakal terhindar dari virus Corona.

    Pada awal Februari 2020, Presiden Jokowi mengingatkan jajaran pemerintah agar mulai mempersiapkan skenario penanganan virus Corona, menyusul mewabahnya penyakit tersebut dari Cina.

    Menurut Jokowi, pemerintah harus bersiap menghadapi segala bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam, seperti virus ini.

    "Saya perlu ingatkan, sekarang ada bencana non-alam, virus Corona, hati-hati. Kita harus punya skenario kalau terjadi. Walaupun kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi," ujar Jokowi dalam acara Rakornas BNPB di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jawa Barat pada Selasa, 4 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.