Rektor IPB Batasi Kunjungan Tamu dari Negara Terdampak Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri ke kanan: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, dan Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Nizam dalam konferensi pers usai peluncuran program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka di Gedung D, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 24 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kiri ke kanan: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, dan Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Nizam dalam konferensi pers usai peluncuran program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka di Gedung D, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 24 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengimbau jajarannya agar menangguhkan kunjungan tamu dari negara-negara terdampak virus corona atau COVID-19 ke lingkungan kampus sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dalam rangka menghindari dan mengantisipasi penyebaran virus itu.

    "Selain dari Tiongkok, sesuai dengan kebijakan pemerintah sejauh ini belum ada larangan, namun demikian dimohon para pimpinan fakultas, departemen, pusat studi dan/atau unit kerja lain melaporkan kepada Pimpinan IPB University melalui email wr3@apps.ipb.ac.id jika ada rencana kunjungan tamu khususnya dari negara-negara terdampak COVID-19," kata Arif dalam keterangan tertulis, Ahad, 1 Maret 2020.

    Rektorat mengimbau pula agar seluruh warga kampus IPB menunda perjalanan ke negara-negara terdampak Covid-19. Bila ada kegiatan penting di luar negeri yang tidak dapat ditunda, Arif memerintahkan untuk mengajukan persetujuan pimpinan unit kerja dengan tembusan ke rektor, dalam hal ini Wakil Rektor 3 IPB

    "Bagi yang diberikan izin dimohon untuk mengikuti prosedur kesehatan berdasarkan ketentuan Pemerintah Republik Indonesia dan otoritas kesehatan setempat," tuturnya.

    Sementara bagi yang baru selesai melakukan perjalanan ke luar negeri, Arif meminta segera melaporkan kedatangannya kepada pimpinan unit kerja, dengan tembusan email ke wr3@apps.ipb.ac.id. Bila yang bersangkutan mengalami sakit, khusunya yang tiba dari negara terdampak kurang dari 14 hari yang lalu, Arif memerintahkan untuk memeriksakan diri je Poliklinik IPB atau rumah sakit. "Dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan unit kerja dengan tembusan kepada Rektor cq. WR3 IPB," kata dia.

    Arif mengimbau agar seluruh civitas academica IPB untuk menjaga kesehatan dan bila merasa sakit atau mengetahui orang lain yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya yang mengarah pada gejala Covid-19, agar memeriksakan diri ke poliklinik IPB atau rumah sakit.

    Di sisi lain, ia mengimbau agar seluruh warga IPB mengedepankan sikap positif, memelihara persahabatan, membina semangat kerjasama, serta senantiasa optimistis melangkah maju disertai kewaspadaan dan kehati-hatian. "Dengan berpedoman pada kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menyikapi dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan IPB University," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.