Menyangka Kena Virus Corona, Warga Korsel Bunuh Diri di Solo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Solo - Warga negara Korea Selatan memilih mengakhiri hidupnya di salah satu hotel di Kota Solo. Dia memilih gantung diri lantaran menyangka terkena wabah virus corona.

    Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta Komisaris Besar Andi Rifai menyebut bunuh diri itu terjadi sepekan lalu. "Dia meninggalkan catatan yang menyebut bahwa dirinya terkena virus corona," kata Andi, Sabtu malam, 29 Februari 2020.

    Menurut Andi, wanita berinisial EJ itu berkunjung ke Kota Solo bersama salah satu temannya. Mereka menginap di salah satu hotel. "Karena tidak berkabar, kawannya itu mengecek ke kamar (EJ)," katanya.

    Ternyata, EJ ditemukan telah gantung diri di kamarnya. Dia meninggalkan catatan yang menyebut dirinya kemungkinan terkena virus corona. Kepolisian langsung membawa mayatnya ke RSUD dr Moewardi Solo.

    "Dari hasil pemeriksaan ternyata negatif," ujar Andi. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk pemeriksaan tersebut. "Jadi kemungkinan yang bersangkutan merasa depresi," katanya.

    Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan negatif corona, pihak kedutaan lantas memulangkan jenazah EJ pada Jumat kemarin.

    Catatan Redaksi:

    Depresi bukan masalah sepele. Jika Anda atau orang di dekat Anda memiliki tanda-tanda depresi dan punya tendensi bunuh diri, silakan menghubungi hotline kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di nomor 021- 500 454 atau menghubungi komunitas seperti LSM Jangan Bunuh Diri di nomor telepon 021-06969293 dan Into The Light  di email intothelight.email@gmail.com atau Instagram @intothelight. Anda juga bisa menghubungi psikolog atau prikiater terdekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara