Pemerintah Batam Sangkal Tutupi Informasi Penyebaran Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Batam - Pemerintah Kota Batam membantah menyembunyikan informasi mengenai penyebaran virus corona. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pihaknya telah bekerja maksimal meminimalisir masuknya virus tersebut.

    Pemerintah daerah, kata dia, melakukan pengawasan maksimal. Apalagi Batam bersebelahan dengan Singapura yang sudah mengkonfirmasi 90 kasus lebih virus corona. "Tidak ada yang kami tutup-tutupi, apakah perlu ada yang positif dulu baru dunia percaya kita bekerja?" kata Didi. 

    Didi berujar pengawasan dilakukan sedini mungkin, terutama bagi orang yang berkunjung ke Batam. Bahkan Dinkes mencatat sudah ada puluhan WNI maupun WNA yang masuk dalam pengawasan atau orang dalam pengawasan (ODP). 

    Menurutnya orang yang masuk dalam status ODP adalah mereka yang terdeteksi oleh thermal scanner (pemidai suhu), misalnya dalam keadaan demam saat masuk di Pelabuham Batam. Jika seseorang terdeteksi deman atau suhu tubuh tinggi, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung memberikan kartu Health Alert Card (HAC).

    Jika sudah mendapatkan HAC, KKP langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar orang tersebut dilakukan pengawasan. "Jadi kita punya grup WA, kalau ada yang mendapat HAC, KKP langsung memberikan identitas dan alamat orang tersebut," katanya. 

    Petugas Dinkes Kota Batam yang berada di puskesmas, kata dia, langsung mendatangi rumah orang yang mendapat kartu HAC tersebut. Petugas akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala selama 14 hari. "Jika dalam dua hari sembuh demamnya, kami tidak mengawasi lagi, tetapi petugas akan memberikan nomor pengaduan. Jika dia demam kembali pengawasa kembali dilakukan" katanya.

    Didi berujar, jika gejala pasien mendekati ciri-ciri virus corona, pihaknya akan mengisolasi pasien tersebut. Sampai saat ini puluhan orang yang mendapat HAC semuanya sudah sembuh walaupun ada beberapa orang yang masih dalam pengawasan hingga hari ini. "Pengawasan tersebut bisa dilakukan di rumah atau pun di hotel tempat orang tersebut menginap," kata dia. 

    Didi menuturkan data sementara di Batam sudah tiga orang suspec virus corona, semuanya di pastikan negatif. Sedangkan total suspec di Kepulauan Riau sebanyak 11 orang, di antara 6 di Tanjungpinang, 2 Karimun dan 3 di Batam. "Kita terus bekerja maksimal agar tidak kecolongan," kata Didi.

    YOGI EKA SAHPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.