Asosiasi Sebut Visa 50 Ribu Jemaah Umrah Berpotensi Kedaluwarsa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon jamaah umrah yang batal berangkat ke Jeddah lewat Singapura tiba di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 28 Februari 2020. Sebanyak 112 orang calon jamaah umrah dari Sumatera Selatan melalui bandara Changi, Singapura dipulangkan kembali ke tanah air akibat adanya penangguhan visa umrah dan wisata yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi terkait penyebaran virus corona. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Sejumlah calon jamaah umrah yang batal berangkat ke Jeddah lewat Singapura tiba di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 28 Februari 2020. Sebanyak 112 orang calon jamaah umrah dari Sumatera Selatan melalui bandara Changi, Singapura dipulangkan kembali ke tanah air akibat adanya penangguhan visa umrah dan wisata yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi terkait penyebaran virus corona. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh, Joko Asmoro, mengatakan belum ada solusi mengenai masalah visa bagi jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya ke Arab Saudi.

    “Masa berlaku visa akan habis dalam 14 haru. Kalau mengulangi tentu ada biaya baru,” kata Joko dalam diskusi polemik di Jakarta, Sabtu, 29 Februari 2020.

    Joko mengatakan, biaya pembuatan visa ke Arab Saudi sekitar US$ 195-200 atau sekitar Rp 2,8 juta. Saat ini, kata Joko, ada sekitar 50 ribu jemaah yang sudah memiliki visa. Namun, mereka belum bisa berangkat umroh lantaran pemerintah Saudi melarang masuk untuk mengurangi dampak penyebaran virus Corona.

    Menurut Joko, dalam pertemuan di Kementerian Agama bersama sejumlah asosiasi travel dan pimpinan maskapai, Menteri Agama dengan bantuan Menteri Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta agar jemaah yang tertunda bisa membuat ulang visa tanpa dikenai biaya.

    Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya menyampaikan bahwa jemaah umroh yang tertunda keberangkatannya tidak dikenakan biaya tambahan. Namun, menyangkut visa, pemerintah telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan dapat diterbitkan ulang atau diperpanjang tanpa ada biaya tambahan kepada jemaah.

    “Pemerintah mengimbau kepada seluruh jemaah umrah yang belum berangkat untuk tetap tenang dan mengikuti kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi,” demikian salah satu poin kesimpulan rapat koordinasi Menteri Agama dengan sejumlah asosiasi travel dan maskapai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.