Kompol Rossa Surati Jokowi Minta Kembali Kerja di KPK

Reporter

Editor

Amirullah

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 Firli Bahuri usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. Pimpinan KPK terpilih yang dilantik adalah Komjen Pol Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Kompol Rossa Purbo Bekti mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo. Dalam suratnya itu, penyidik yang terlibat dalam operasi tangkap tangan kasus Harun Masiku ini memprotes pemulangannya ke kepolisian oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri cs.

Rossa mengirimkan surat itu ke Jokowi pada 24 Februari 2020. Ia memohon tiga hal. Pertama, ia memohon kepada Jokowi untuk membatalkan Surat Pimpinan KPK Nomor B/836/KP.03/01/02/2020. Surat itu merujuk pada jawaban pimpinan KPK yang menolak surat keberatan Rossa atas pemulangannya.

Rossa mengirimkan surat keberatan ke pimpinan pada 24 Februari 2020. Namun, pimpinan KPK menilai protes itu salah alamat. Firli dkk meminta Rossa melayangkan surat protes ke Polri. “Keberatan dari Mas Rossa itu tidak dapat diterima, di sini disebutkan salah alamat,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di kantornya, Senin, 24 Februari 2020.

Kedua, Rossa juga meminta Jokowi untuk membatalkan Surat Keputusan Sekretariat Jenderal KPK Nomor 123 tahun 2020 tentang pemberhentian dengan hormat pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK. Ini adalah surat keputusan dari KPK untuk memulangkan Rossa.

Terakhir, Rossa meminta Presiden Jokowi untuk mengembalikan posisinya sebagai penyidik yang dipekerjakan di komisi antirasuah. Ia memohon agar diangkat kembali menjadi penyidik di KPK dengan posisi, serta hak dan kewajiban semula.

“Demikian upaya administrasi banding ini diajukan. Atas perhatian Bapak Presiden Republik Indonesia saya ucapkan terima kasih,” seperti dikutip dari surat yang ditandatangani Rossa dalam surat yang diperoleh Tempo.

Selain kepada Presiden Jokowi, surat ini juga ditembuskan ke Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Ombudsman, Pimpinan KPK, Dewan Pengawas KPK, Kepala Polri, Kepala Bareskrim, Asisten SDM Polri dan Kepala Divisi Propam Polri. Rossa urung menjawab pesan konfirmasi yang dilayangkan Tempo terkait surat ini.

Pemulangan Rossa menjadi polemik karena diduga terkait dengan perannya dalam OTT terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Rossa dipulangkan hanya beberapa hari setelah kasus yang diduga menyeret petinggi PDIP itu dilakukan pada 8 Januari 2020. Padahal, masa tugasnya di komisi antirasuah baru berakhir pada September tahun ini.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono sebenarnya telah mengirimkan surat pembatalan penarikan Rossa sebanyak dua kali ke KPK. Namun, Pimpinan KPK kukuh untuk mengembalikan Rossa ke Kepolisian.






KPK Persilakan Komisi Yudisial Periksa Hakim Sudrajad Dimyati soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik

10 menit lalu

KPK Persilakan Komisi Yudisial Periksa Hakim Sudrajad Dimyati soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik

KPK memberikan ruang seluas-luasnya bagi Komisi Yudisial (KY) untuk memeriksa dugaan pelanggaran kode etik Hakim Agung non-aktif Sudrajad Dimyati


KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

4 jam lalu

KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

KPK menyatakan tim dokter Lukas Enembe kesulitan membuktikan bahwa Gubernur Papua itu sakit


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

7 jam lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

9 jam lalu

Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

Politikus Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan dirinya akan dipanggil KPK bila memang ada tersangka karena ia menjabat ketua pelaksana balapan.


Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

11 jam lalu

Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

Ali menyayangkan pihak Lukas Enembe justru menggelar konferensi pers ketimbang menghadiri pemeriksaan di KPK.


KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

11 jam lalu

KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Pendapat dari IDI juga akan menjadi pertimbangan KPK untuk mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


Jokowi Hari Ini Kunjungi Baubau, Lanjut ke Ternate dan Sofifi

12 jam lalu

Jokowi Hari Ini Kunjungi Baubau, Lanjut ke Ternate dan Sofifi

Jokowi mengajak dua pembantunya dalam kunjungan ini. Mulai dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.


Jokowi Utus Muhadjir dan Kepala BNPB ke Pakistan Serahkan Bantuan Korban Banjir

13 jam lalu

Jokowi Utus Muhadjir dan Kepala BNPB ke Pakistan Serahkan Bantuan Korban Banjir

Jokowi mengingatkan beberapa barang bantuan yang kerap terabaikan untuk disalurkan ketika bencana, yaitu pakaian anak-anak dan perempuan.


Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

13 jam lalu

Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung memberhentikan sementara Hakim Agung Kamar Perdata Sudrajad Dimyati dari jabatannya.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

13 jam lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.