Kemenlu Bilang Tak Ada WNI Terdampak Kerusuhan di India

Reporter

Editor

Amirullah

Teuku Faizasyah, kiri, Plt Juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Daryanto Harsono Direktur Amerika II. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, mengatakan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak akibat kerusuhan yang pecah di New Delhi, India, beberapa waktu belakangan. Ia mengatakan para WNI masih ada dalam kondisi baik.

"(Para WNI dalam) Kondisi baik dan tidak ada laporan khusus," kata Faizasyah saat dihubungi Tempo, Sabtu, 29 Februari 2020.

Ia mengatakan pada Jumat, 28 Februari 2020, Kementerian Luar Negeri melalui Dirjen Asia, Pasifik, dan Afrika, telah memanggil Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat. Selain menanyakan situasi terakhir, Kemenlu juga menyampaikan keprihatinan atas terjadinya kerusuhan di New Delhi.

Faizasyah mengatakan pemerintah Indonesia meyakini sepenuhnya bahwa Pemerintah India akan mampu mengatasi keadaan dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Indonesia dan India, ia sebut memiliki sejumlah kesamaan.

"Terlebih lagi kedua negara memiliki kesamaan karakteristik sebagai negara yang plural, menjunjung nilai-nilai demokrasi dan toleransi," kata Faizasyah.

Kerusuhan yang terjadi di New Delhi sejak Ahad hingga Rabu kemarin dilaporkan telah menewaskan sekitar 38 orang. Peristiwa itu dipicu oleh disahkannya UU Kewarganegaraan India yang dinilai merugikan warga muslim.






Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

15 jam lalu

Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

Sekitar seminggu menjelang rilis resmi perangkatnya, info harga ponsel terbaru Google, seri Pixel 7, telah beredar.


Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

2 hari lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

2 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

3 hari lalu

Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

Seorang pria di India menyesali keberuntungannya setelah menang lotre Rp 4,7 miliar.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

4 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

4 hari lalu

Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

Menko PMK Muhadjir Effendy yang ditugaskan Jokowi ke Pakistan mengatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban banjir di negara itu.


Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

5 hari lalu

Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

Batch pertama unit iPhone 14 buatan India diperkirakan akan diluncurkan akhir tahun ini.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

6 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Resepsionis Tewas Dibunuh Putra Petinggi Partai BJP, Warga India Unjuk Rasa

6 hari lalu

Resepsionis Tewas Dibunuh Putra Petinggi Partai BJP, Warga India Unjuk Rasa

Massa berunjuk rasa di India menuntut penyelidikan pembunuhan seorang gadis oleh putra petinggi Partai Bharatiya Janata


Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

7 hari lalu

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

Indonesia dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Kemenlu RI membantah.