Nadiem Saat Dipilih jadi Menteri Jokowi: Bapak Yakin Pilih Saya?

Reporter

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Raker tersebut membahas anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menceritakan momen yang paling membekas dalam ingatannya ketika diminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi menteri. Nadiem mengaku bingung saat dipilih menjadi menteri. “Kenapa saya, gitu? Saya bilang, Bapak yakin mau milih saya?" kata Nadiem saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.

Nadiem berterus terang kepada Jokowi bahwa ia bukan tipe orang yang mau mengubah pelan-pelan. "Saya tipe yang mendobrak. Bapak yakin mau pilih saya?" kata dia meyakinkan mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi, kata Nadiem, menjawab bahwa ia memang membutuhkan menteri yang bisa mendobrak. Itu lah momen yang akan diingat Nadiem seumur hidup. Sebab, Jokowi mau mengambil risiko dengan memilih dirinya sebagai menteri. "Mengangkat saya itu berisiko.” Namun, meski ia sudah menyampaikan macam-macam alasan, Jokowi tetap memilihnya.

“Butuh keberanian Pak Presiden memilih saya yang sangat out of the box. Tapi ya itu, jadi pesannya adalah 'Go!' Ha ha ha." Oktober 2019, beberapa hari setelah penunjukkan menteri Kabinet Kerja, Jokowi pernah mengungkapkan alasannya menempatkan pendiri Gojek, Nadiem Makarim, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Jokowi yakin sosok Nadiem yang paham soal teknologi mampu membuat terobosan dalam mengelola manajemen sekolah, pelajar, dan guru. "Beliau sudah bercerita kepada saya apa yang akan dikerjakan.” Kepada Nadiem, Presiden mengharapkan lompatan kualitas SDM. “Ada peluang besar ada terobosan untuk melakukan itu," kata Jokowi dalam dialog bersama awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

Jokowi merinci bidang garap Nadiem. Yakni sekolah mulai SD, SMP, SMA tersebar di 17 ribu pulau di Indonesia. Jumlah pelajar seIndonesia sekitar 50-an juta, dan 300 ribuan sekolah. “Mengelola sekolah, pelajar, dan manajemen guru yang jumlahnya banyak dituntut oleh sebuah standar yang sama.”

Di sisi lain, kata Jokowi, Indonesia juga diberi peluang untuk mengelola itu melalui teknologi dengan aplikasi sistem untuk mempermudah pengelolaan. "Dan bisa membuat lompatan, loncatan sehingga hal-hal yang dulu dirasa tak mungkin, sekarang menjadi mungkin. Oleh sebab itu kenapa dipilih Mas Nadiem Makarim."

Jokowi menilai Nadiem berpengalaman dalam mengelola sebuah data di era saat ini yang sulit dikalkulasi dan penuh risiko. Nadiem juga dianggap berani keluar dari kotak atau out of the box, berani tidak rutinitas dan monoton. "Sehingga akan memunculkan lompatan-lompatan besar yang itu saya melihat pengalaman dari yang muda-muda."






Jokowi Hari Ini Kunjungi Baubau, Lanjut ke Ternate dan Sofifi

11 jam lalu

Jokowi Hari Ini Kunjungi Baubau, Lanjut ke Ternate dan Sofifi

Jokowi mengajak dua pembantunya dalam kunjungan ini. Mulai dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.


Jokowi Utus Muhadjir dan Kepala BNPB ke Pakistan Serahkan Bantuan Korban Banjir

12 jam lalu

Jokowi Utus Muhadjir dan Kepala BNPB ke Pakistan Serahkan Bantuan Korban Banjir

Jokowi mengingatkan beberapa barang bantuan yang kerap terabaikan untuk disalurkan ketika bencana, yaitu pakaian anak-anak dan perempuan.


Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

13 jam lalu

Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut banjir Pakistan telah memaksa kurang lebih 800 ribu warga mengungsi.


Akui Ada Pembicaraan Politis dengan Rocky Gerung, Gibran: Tak Bahas Pilkada DKI

13 jam lalu

Akui Ada Pembicaraan Politis dengan Rocky Gerung, Gibran: Tak Bahas Pilkada DKI

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan dalam pertemuan dengan Rocky Gerung tak membahas soal Pilkada DKI. Dia mengatakan ingin di Solo dulu.


Tomy Winata Ikut Dampingi Jokowi Lepas Bantuan Banjir Pakistan

13 jam lalu

Tomy Winata Ikut Dampingi Jokowi Lepas Bantuan Banjir Pakistan

Tomy Winata berdiri di belakang Jokowi, ketika kepala negara memberikan penjelasan kepada media terkait bantuan yang dikirimkan hari ini.


Jokowi Tetapkan Animal Holiday Setiap Senin di Taman Margasatwa Ragunan, Sejak Kapan?

14 jam lalu

Jokowi Tetapkan Animal Holiday Setiap Senin di Taman Margasatwa Ragunan, Sejak Kapan?

Animal Holiday berlaku di Taman Margasatwa Ragunan, setiap Senin kebun binatang ini tutup. Sejak kapan peraturan yang ditetapkan Jokowi itu?


Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

15 jam lalu

Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

Jokowi meminta Lukas Enembe menghormati proses hukum di KPK. Dia meminta semua pihak untuk menghormati panggilan KPK.


Mendag Zulkifli Hasan Beberkan Capaian 100 Hari Kerja: Panjang Prosesnya, Siang Malam Kerjanya

15 jam lalu

Mendag Zulkifli Hasan Beberkan Capaian 100 Hari Kerja: Panjang Prosesnya, Siang Malam Kerjanya

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah genap 100 hari masa kerja sejak dilantik Presiden Jokowi pada 15 Juni 2022, Menurutnya, apa saja capaiannya?


Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

16 jam lalu

Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.


Jokowi Lepas Bantuan US$ 1 Juta Lebih untuk Banjir Pakistan

17 jam lalu

Jokowi Lepas Bantuan US$ 1 Juta Lebih untuk Banjir Pakistan

Jokowi memastikan bantuan yang akan diberikan tidak berhenti sampai di sini, sesuai dengan permintaan dari pemerintah Pakistan.