Politikus Gerindra Minta Menteri Tito Bikin Desk Virus Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membentuk desk virus corona. Tim khusus untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

    "Hal ini saya minta secara khusus supaya kita dapat mengantisipasi penyebaran virus Corona secara dini di Indonesia," ujar Dasco lewat keterangan tertulis, Jumat malam, 28 Februari 2020.

    Menurut Dasco, tim itu diperlukan untuk koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Tanah Air. Tujuannya untuk melakukan monitoring dan melakukan pendataan di daerah masing-masing terkait antisipasi virus corona.

    Dasco mengatakan pemerintah daerah harus segera melapor ke tim bentukan Kemendagri itu apabila ada warga yang diindikasi terjangkit virus Corona. Desk Corona pun mesti segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

    Koordinasi dibutuhkan agar cepat dilakukan pencegahan dini dan penanganan medis serta hal lain yang dianggap perlu.

    Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan, Indonesia sampai saat ini masih nihil dari virus Corona. Adapun per hari ini, virus yang merebak di Wuhan itu telah menewaskan 2.867 orang, mayoritas di Cina daratan. Ada pula belasan dan puluhan orang tewas di sejumlah negara seperti Iran, Italia, dan Korea Selatan.

    Data terakhir menyatakan ada 83.862 orang terinfeksi dari sekitar 53 negara di dunia. Di antara 53 negara itu adalah Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia. 

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam sejumlah kesempatan menolak berdebat ihwal keraguan sejumlah pihak bahwa Indonesia bisa mendeteksi virus Corona. "Lihat saja sendiri, cek sendiri itu benar apa tidak, realitanya seperti apa, itu yang lebih penting dibandingkan saling jawab menjawab," kata Terawan beberapa waktu lalu.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | KHOIRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto