Kemnaker Fokus Tingkatkan SDM dan Kualitas Pekerja

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatihan pengoperasian mesin bubut yang diselenggarakan UPTD Balai Pelatihan Kerja Kabupaten Tegal. (Dok. Kemnaker)

    Pelatihan pengoperasian mesin bubut yang diselenggarakan UPTD Balai Pelatihan Kerja Kabupaten Tegal. (Dok. Kemnaker)

    INFO NASIONAL — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di tahun 2020 akan terus memberikan perhatian pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perbaikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia. Hal ini penting agar para pekerja menjadi tenaga yang terlatih dan terampil sehingga mampu terserap semuanya oleh industri.

    “Calon tenaga kerja yang saat ini masih berpendidikan SD dan SMP ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan berbasis kompetensi di BLK atau program pemagangan, dan sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri,” ujar Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono.

    Seperti tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini Kemnaker masih menghadapi tantangan yang sama. Terutama menghadapi tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial dan  tantangan pengangguran. Tantangan lain di 2020 adalah menghadapi hubungan industrial  mengenai digitalisasi yang berpengaruh pada sejumlah sektor dan sejumlah profesi.

    “Kita harus antisipasi secara baik, dengan upaya meningkatkan kompetensi dan sertifikasi profesi serta mengoptimalkan informasi pasar kerja kita baik yang ada di dalam maupun di luar negeri,“ kata Bambang.

    Peran serta masyarakat, dunia industri untuk terlibat dalam penyiapan tenaga kerja yang kompeten menjadi sangat penting. Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2020 memiliki target yang besar untuk pelatihan bagi tenaga kerja maupun calon tenaga kerja. 

    Melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas, kegiatan yang disiapkan antara lain:

    1. Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja di mana jumlah tenaga kerja atau calon tenaga kerja yang dilatih sebanyak 227.760 orang dan pengembangan program pelatihan sebanyak 175 program;
    2. Pengembangan dan peningkatan penyelenggaraan pemagangan dalam dan luar negeri, untuk pemagangan dalam negeri targetnya 200 ratus orang dan pemagangan luar negeri sebanyak 1.822 orang;
    3. Peningkatan kompetensi instruktur dan tenaga pelatihan sebanyak 8.853 orang;
    4. Pengembangan dan peningkatan produktivitas melalui pelatihan produktivitas 13.790 orang;
    5. Serta pengembangan sistem dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi profesi, di mana target sertifikasi sebanyak 381.065 orang, dan masih ada kegiatan lainnya seperti pembangunan BLK Komunitas sebanyak 2.000 BLK.
    6. Rencana Kartu Pra Kerja sebanyak 2 juta orang.

    Target kegiatan di Kementerian Ketengakerjaan tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia industri. Penempatan peserta pelatihan yang menjadi target akhir program pelatihan membutuhkan infomasi pasar kerja. Pemagangan dalam negeri juga sangat tergantung dari industri apakah ada program pemagangan disusun oleh industri, pengakuan sertifikat kompetensi oleh dunia industri.

    GNIK, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten yang merupakan kumpulan para HRD di Indonesia dan berdasarkan data dan  informasi sudah ada di beberapa Provinsi. Dapat berperan langsung dalam beberapa kegiatan tersebut. Informasi Lowongan dan rencana kebutuhan tenaga kerja di industri, program pemagangan mandiri sangat tergantung dari industri, serta pengakuan sertifikasi kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja. 

    Kementerian sangat butuh terkait peta kebutuhan tenaga kerja di Industri sampai lima tahun kedepannya. Sehingga kementerian ketenagakerjaan bisa menyiapkan kegiatan dan program pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.

    Semua hal tersebut dapat disampaikan ke BLK atau melalui Sisnaker karena disana tersedia pelayanan untuk masyarakat, Lembaga Pelatiihan Kerja dan LSP serta pelayanan bagi industri. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.