136 Spesimen Terduga Virus Corona Diperiksa, Semua Negatif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mencatat telah memeriksa 136 spesimen terduga (suspect) virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Seluruh spesimen dinyatakan negatif Covid-19. Dengan kata lain, Indonesia masih bebas Corona. "Update per 27 Februari 2020, 136 spesimen semua negatif," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati lewat pesan teks, Jumat, 28 Februari 2020.

    Sejumlah negara meragukan Indonesia bebas dari Covid-19. Salah satu keraguan itu ditunjukkan oleh pemerintah Arab Saudi yang mengeluarkan larangan umrah bagi Indonesia dan sejumlah negara lain yang terinfeksi virus Corona. Padahal, pemerintah Indonesia sudah menyatakan bebas Covid-19.

    Keraguan publik terhadap bebasnya Indonesia dari Covid-19 juga muncul ketika ada salah satu warga negara Jepang yang positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 setelah berlibur ke Bali pada 15-19 Februari lalu. Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi bahwa warga Jepang itu terinfeksi virus
    SARS-COV-2. Tapi Jepang menyangkal bahwa virus itu sama dengan Covid-19.

    Kematian sejumlah orang yang menderita sesak napas pun dicurigai akibat Covid-19. Salah satunya kematian seorang pasien di RSUP dr Kariadi, Semarang. Sebelum meninggal, pasien yang baru bepergian dari Spanyol dan Uni Emirat Arab itu menderita demam tinggi, batuk, dan sesak napas.
    Pada 19 Februari, pasien itu diisolasi karena gejala yang dialami mirip infeksi virus corona. Empat hari dirawat, pasien itu meninggal. Pemerintah menyatakan pasien ini terjangkit virus Flu Babi.

    Pemerintah membantah menyembunyikan fakta ada yang terinfeksi virus Corona atau Covid- 19 di Indonesia. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, semua specimen terduga terjangkit virus Corona yang diperiksa murni negatif.

    Terawan mengatakan bukti saintifik pernyataan pemerintah jelas. Data ilmiahnya ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan. “(Spesimen di) Indonesia semua negatif. Jangan kenapa ini, kenapa itu. Ini data. Data itu fakta, enggak ada yang dibuat-buat," kata dia, kemarin.

    Jika tidak transparan, kata Terawan, pemerintah tak akan unjuk diri setiap hari. Alih-alih sembunyi, ia malah ingin mengajak masyarakat untuk melihat langsung laboratorium milik Kementerian Kesehatan. "Silakan datang ke Sebaru," ucap dia.

    DEWI NURITA | MAYA AYU PUSPITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.