Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Kesiapan di Pulau Sebaru

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Idham Azis berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    Kapolri Idham Azis berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi observasi WNI ABK World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. Secara bersamaan, keduanya memimpin apel kesiapan personel Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang bertugas di sana.

    Idham dan Hadi bersama-sama berdiri di atas panggung kecil yang disiapkan. Namun dalam upacara ini Hadi yang memberikan amanat sementara Idham setia di sisinya.

    "Mari sama-sama saling bahu membahu mempersiapkan yang diperlukan sesuai standar protokol kesehatan WHO," kata Hadi di lokasi, Kamis, 27 Februari 2020.

    Usai memimpin apel, Idham mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Seribu dan masyarakat sekitar lantaran berkenan menerima WNI ABK World Dream untuk diobservasi di Pulau Sebaru Kecil. "Ini satu hal yang bagus," ujarnya.

    Selain itu, Idham dan Hadi memberikan bantuan logistik untuk para petugas gabungan yang ada di Pulau Sebaru Kecil. Usai memimpin apel dan menyerahkan bantuan, Idham dan Hadi mengecek kesiapan sarana dan prasarana di sana.

    "Kami TNI-Polri dan seluruh masyarakat akan bekerja sama menjaga saudara-saudara kita sampai nanti selesai masa observasi," ujar Idham.

    Rencananya 188 WNI ini akan tiba di Pulau Sebaru Kecil besok siang. Di sana mereka akan diobservasi selama 14 hari.

    Proses observasi WNI ini dilakukan oleh 762 orang anggota Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). Komandan Kogasgabpad Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan mereka terdiri dari pasukan TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, BNPB, dan unsur masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara