Pemerintah Akan Jemput Kru Kapal Diamond Princess dalam 1-2 Hari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang negtif virus corona menggunakan masker saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah penumpang negtif virus corona menggunakan masker saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan akan menjemput kru kapal Diamond Princess dari Jepang dalam waktu 1-2 hari ini. Penjemputan akan dilakukan menggunakan pesawat.

    "Kita tinggal menunggu slot aja, paling dalam 1-2 hari ini. Pesawatnya sudah disiapkan, pakai wide body. Kalau maskapainya gampang lah nanti," ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Terawan mengatakan, sampai saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan Jepang untuk mendapatkan slot penerbangan. "Pokoknya segera lah dievakuasi," kata dia.

    Kapal Diamond Princess terjebak dalam epidemi virus Corona sejak awal Februari lalu. Ada sebanyak 78 WNI yang merupakan kru kapal terjebak di kapal yang berlabuh di Yokohama, Jepang itu. Dari 78 WNI yang menjadi kru kapal, satu per satu terpapar Virus Corona atau COVID-19. Data terakhir, ada delapan WNI yang terpapar virus dan harus dirawat di Rumah Sakit Jepang. Mereka dipastikan tak bisa dievakuasi dalam kondisi sakit

    Selain delapan orang tersebut, dua orang lainnya juga menolak dievakuasi. Jadi, hanya 68 orang kru kapal yang akan dievakuasi. "Dua orang yang tidak mau diangkut itu alasannya dia sehat, jadi ndak mau dievakuasi," kata Terawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.