Menkes: Pasien RS Kariadi yang Meninggal karena Virus Flu Babi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pasien yang diduga terjangkit virus Corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Kariadi Semarang yang meninggal, ternyata bukan disebabkan Virus Corona. Terawan menyebut pasien itu meninggal karena virus H1N1 yang dikenal dengan penyebab Flu Babi.

    "Ketemunya H1N1 yang seperti biasa itu, flu. Itu sudah dipastikan lho," kata Terawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.

    Terawan mengatakan rumah sakit telah melakukan tes sebanyak dua kali untuk menegakkan diagnosis. Hasil tes itu pula yang menyebabkan pasien harus dimakamkan dengan menggunakan plastik. "Kan sama, infeksius.” Hasil tes itu diketahui setelah jenazah dimakamkan.

    Virus flu babi pernah menyebar pada 2009 di Meksiko. Obat dari virus ini pun telah ditemukan, yakni Oseltamivir. Masyarakat, kata Menteri, tak perlu khawatir jika ada gejala serupa. Rumah Sakit Kariadi sudah menempuh jalur yang benar dalam memperlakukan pasien yang dianggap seorang yang infeksius. “Menurut saya itu tepat. Dan yang paling penting bukan COVID-19 flu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.