KJRI: Arab Saudi Pulangkan Penumpang Asal Negara Terdampak Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan ribu jamaah calon haji tahun 2018 dari berbagai negara mulai memadati Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 29 Juli 2018. Masjid yang dibangun mengelilingi Kakbah ini merupakan tujuan utama dalam ibadah Haji. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ratusan ribu jamaah calon haji tahun 2018 dari berbagai negara mulai memadati Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 29 Juli 2018. Masjid yang dibangun mengelilingi Kakbah ini merupakan tujuan utama dalam ibadah Haji. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsulat Jenderal RI di Jeddah menyatakan pemerintah Arab Saudi akan langsung memulangkan penumpang pesawat, termasuk jemaah umrah yang berasal dari negara terpapar virus Corona. Pemulangan para penumpang dilakukan dengan pesawat yang sama dengan keberangkatan.

    "Kalau baru datang akan segera dipulangkan dengan peswat yang sama," kata Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, saat dihubungi, Kamis, 27 Februari 2020.

    Saudi masih membahas negara yang belum terpapar virus Corona. Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang dianggap belum terpapar, namun berisiko. "Mereka akan segera memutuskan."

    Keputusan pemerintah Saudi akan menentukan nasib sejumlah jemaah umrah yang masih dalam penerbangan. Eko mengatakan saat ini masih ada sejumlah pesawat asal Indonesia yang sedang terbang menuju Saudi. Pesawat itu diperkirakan akan sampai pada pukul 13.00 waktu setempat.

    Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah melarang sementara kedatangan jemaah umrah dari mancanegara masuk ke negaranya. Keputusan ini diambil untuk mencegah masuknya virus Corona. Larangan ini mulai berlaku pada hari ini. Pengajuan visa kunjungan juga sudah dihentikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.