KPK Geledah Rumah Adik Ipar Eks Sekretaris MA Nurhadi di Surabaya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Surabaya - Aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Subhan Nur Rachman, adik kandung Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, di Perumahan Pandugo I Jalan Penjaringan Timur PL-14, Surabaya, Rabu malam, 26 Februari 2020.

    Informasi yang dihimpun Tempo, petugas KPK menggeledah rumah dua lantai itu selama 2,5 jam dari pukul 19.00. Mereka memeriksa dua kamar di lantai satu dan tiga kamar di lantai dua. Dalam penggeledahan itu petugas KPK tidak menemukan apa-apa.

    Kepada wartawan seusai penggeledahan, Subhan mengatakan KPK menggeledah rumahnya dalam rangka mencari Nurhadi, kakak iparnya, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "KPK hanya mencari DPO-nya," kata dia.

    Dia mengatakan dalam penggeledahan tadi petugas KPK tidak menemukan apa-apa. "Tidak ada berkas apapun yang dibawa," kata dia sembari menegaskan bahwa koper dan kardus yang dibawa KPK bukan dokumen melainkan makanan dan air minum.

    Sebelum pergi, petugas KPK menempelkan poster tiga orang yang berstatus buron di pos satpam perumahan. Poster itu menampilkan foto dan keterangan terkait Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, serta Hiendra Soenjoto.

    Sebelumnya KPK telah menetapkan Nurhadi dan menantunya tersangka suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. KPK menyangka keduanya menerima Rp 46 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto.

    Sebelum rumah Subhan, petugas KPK menggeledah rumah mertua Nurhadi di Tulungagung, tim KPK bergerak ke rumah adik ipar Nurhadi di Surabaya. "Hari ini bergerak ke Surabaya, ke rumah adik dari istrinya," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

    NUR HADI | AJI NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara