Ditanya Soal Harun Masiku, Hasto: Baju Saya Putih, Artinya...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto bersiap meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. Kasus tersebut turut menyeret Hasto. KPK sempat akan menyegel ruangannya pada 9 Januari 2020 atau sehari setelah operasi tangkap tangan. Namun, KPK gagal menyegel ruangan itu. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto bersiap meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. Kasus tersebut turut menyeret Hasto. KPK sempat akan menyegel ruangannya pada 9 Januari 2020 atau sehari setelah operasi tangkap tangan. Namun, KPK gagal menyegel ruangan itu. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto tak mau berkomentar banyak soal Harun Masiku, tersangka dalam kasus suap yang menyeret mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun merupakan caleg PDIP dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I.

    Ia mengatakan menyerahkan proses hukum kasus ini ke komisi antirasuah. "Berkaitan dengan substansi silahkan ditanyakan kepada KPK, intinya saya mengikuti seluruh proses hukum," kata Hasto seusai diperiksa di KPK, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

    Alih-alih berkomentar soal perkara ini, Hasto malah menyinggung soal warna baju yang ia kenakan saat pemeriksaan di KPK. "Baju saya saja putih, kan artinya serius dalam beracara, cukup," kata dia.

    KPK menyangka Harun memberikan Rp 900 juta kepada Wahyu untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR lewat pergantian antarwaktu. KPK gagal menangkap Harun dalam operasi tangkap tangan 8 Januari 2020.

    Tim penindakan KPK sebetulnya sempat membuntuti Harun. Ia diduga dibonceng sepeda motor oleh salah satu staf pengamanan PDIP menuju Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Di kampus polisi itu, tim KPK diduga justru ditahan oleh sejumlah anggota kepolisian. Hingga hari ini, Harun masih buron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara