Dapat Hibah Drone dari Amerika, Moeldoko: Tak Ada Timbal Balik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 13 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 13 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan tak ada timbal balik bagi pemerintah Amerika Serikat setelah mereka memberi hibah drone tipe ScanEagle UAV dan helikopter tipe Bell 412. Pemerintah Amerika Serikat pun tak meminta hal apapun pasca hibah ini.

    "Enggak ada. Kalau ada permintaan kita enggak mau, ngapain?" kata Moeldoko saat ditemui di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Februari 2020.

    Menurut Moeldoko, hibah adalah hal biasa. Tak berarti setiap ada hibah, suatu pemerintah atau negara memiliki keinginan tertentu terhadap Indonesia.

    Moeldoko pun menegaskan bahwa hibah itu tak akan memengaruhi rencana pemerintah untuk membeli Pesawat Tempur Sukhoi dari Rusia. "Enggak (berpengaruh dengan pembelian Sukhoi) lah. Karena kita dapat F16 kemarin hibah kan, enggak ada kepentingan yang lain. Hal biasa itu dalam hubungan baik 2 negara," kata dia.

    Amerika Serikat menghibahkan 14 unit drone ScanEagle UAV dan tiga unit helikopter Bell 412, beserta perlengkapannya. Hibah tersebut merupakan bagian dari program MSI (Maritim Security Initiative). Negara yang mendapatkan adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

    ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara