Demokrat Usul Panja Harun Masiku, Hasto Kristiyanto Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Kepala Situation Room DPP PDIP Prananda Prabowo dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Kepala Situation Room DPP PDIP Prananda Prabowo dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto irit bicara saat menanggapi usul Partai Demokrat soal pembentukan Panitia Kerja Harun Masiku. Ia mengatakan menyerahkan keputusan itu ke DPR.

    "Saya bukan anggota DPR, saya tidak ikut itu. Kami serahkan ke DPR," kata Hasto seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

    Hasto juga tak mau menanggapi saat ditanya soal imbauan agar Harun Masiku menyerahkan diri. "Berkaitan dengan substansi silahkan ditanyakan kepada KPK," kata dia.

    Harun adalah kader PDIP yang menjadi tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Keberadaan kini belum diketahui. KPK telah memasukkannya dalam daftar buron.

    Keinginan membentuk panja Harun Masiku diungkapkan politikus Partai Demokrat, Benny Kabur Harman. Itu diungkapkannya saat rapat kerja Komisi Hukum DPR dengan Menkumham Yasonna Laoly pada Senin lalu.

    "Supaya tidak ada spekulasi, sekalian saja saya mohon di rapat ini kita rekomendasikan bentuk panja. Supaya tuntas, supaya tidak ada dusta di antara kita," kata Benny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.