Polda Jatim Tangkap Pelaku Transaksi Fiktif Gojek Rp 400 Juta

Sejumlah pengemudi Gojek mengikuti pelatihan bahasa isyarat di BedeeCafe dan Kedai Mis U, Cinere, Depok, Jumat 18 Oktober 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang yang diduga melakukan transaksi fiktif bernilai ratusan juta di aplikasi Gojek. Tersangka melakukan transaksi itu dengan menggunakan puluhan akun driver, customer, dan restoran fiktif.

"Pelaku sudah kami amankan. Dia menggunakan aplikasi untuk memperoleh keuntungan dengan cara memiliki akun bodong," kata Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan, kepada wartawan saat rilis, Rabu, 26 Februari 2020.

Luki mengatakan tindakan kriminal itu dilakukan MF, 35 tahun, warga Kota Malang, Jawa Timur, sejak Agustus 2019 hingga Februari 2020. Akibat transaksi fiktif tersebut, menurut Luki, pihak Gojek mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta.

Kasus ini terungkap saat Tim Resmob Jogoboyo menerima informasi bahwa MF adalah bandar judi online. Namun setelah ditelusuri ternyata tersangka merupakan operator dari 41 akun driver, 30 akun restoran dan sejumlah akun customer.

Tersangka, kata Luki, mendapat keuntungan dari bonus yang disediakan Gojek. "Seolah-olah yang bersangkutan adalah driver, pemilik resto dan sebagai pemesan makanan yang semuanya adalah mencari keuntungan via point dalam aplikasi Gojek," ujarnya.

Menurut Luki, tersangka membuat puluhan akun fiktif tersebut menggunakan kartu perdana yang seluruhnya telah teregistrasi dengan data kependudukan berupa nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) milik orang lain.

Saat menangkap tersangka, polisi menyita 8.850 buah SIM card Axis yang telah teregistrasi, 40 unit ponsel merek Xiaomi, enam unit ponsel merk Nokia sebagai antifator, dua unit ponsel merk Evercross, dan belasan buku tabungan dan ATM Bank BCA.

Kepada wartawan, MF mengakui telah melakukan aksi lancungnya itu sejak Agustus 2019. Ia mengatakan memperoleh data kependudukan dengan cara membeli dari temannya. "(Data kependudukan) saya beli dari teman," kata dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejahatan siber itu, MF dijerat Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara 12 tahun.






Profil Dua Polisi yang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan

18 jam lalu

Profil Dua Polisi yang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menelan 125 korban, dua di antaranya merupakan anggota Polisi Briptu Fajar Yoyok Pujiono dan Bripka Andik Purwanto,


Profil Bripka Andik dan Briptu Fajar, Anggota Polri Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

23 jam lalu

Profil Bripka Andik dan Briptu Fajar, Anggota Polri Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Bripka Andik Purwanto dan Briptu Fajar Yoyok Pujiono, dua anggota Polri yang meninggal di kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ini profilnya.


Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Tanggapi Soal Tudingan Pelanggaran Pengunaan Gas Air Mata

3 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Tanggapi Soal Tudingan Pelanggaran Pengunaan Gas Air Mata

Mabes Polri menyatakan masih menunggu informasi lebih lanjut soal penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.


Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

13 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

14 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

14 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.


Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

15 hari lalu

Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

Klaim aplikator ojol soal biaya potongan komisi digunakan untuk memberikan program yang berdampak langsung pada pengemudi sontak menuai respons keras.


Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

19 hari lalu

Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

Beberapa aplikator merespons keluhan pengemudi ojek online soal potongan 15 persen yang dilanggar oleh perusahaan aplikasi seperti Maxim, Gojek, dan Grab Indonesia.


Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

19 hari lalu

Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

Pertemuan Gojek dan driver taksi online itu dapat mencapai kesepakatan soal tarif imbas kenaikan harga BBM.


Gojek Buka Suara Soal Keluhan Pengemudi Tarifnya Dipotong Lebih dari 15 Persen

19 hari lalu

Gojek Buka Suara Soal Keluhan Pengemudi Tarifnya Dipotong Lebih dari 15 Persen

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W. Purnomo buka suara soal keluhan pengemudi ojek online atau ojol yang tarifnya dipotong aplikator lebih dari 15 persen.