KPAI Bentuk Dewan Etik soal Pernyataan Renang Bikin Hamil

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPAI, Susanto menjelaskan hasil kesepakatan untuk tetap mengizinkan Djarum Foundation mengelar Audisi Beasiswa Bulu Tangkis dengan catatan tidak mencantum logo dan merk dagang produk hasil tembakau atau rokok di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua KPAI, Susanto menjelaskan hasil kesepakatan untuk tetap mengizinkan Djarum Foundation mengelar Audisi Beasiswa Bulu Tangkis dengan catatan tidak mencantum logo dan merk dagang produk hasil tembakau atau rokok di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membentuk Dewan Etik untuk meminta rekomendasi sanksi yang akan diberikan kepada salah satu komisioner mereka, Sitti Hikmawatty. Siti sempat membuat heboh publik karena pernyataannya yang menyebut berenang bersama antara laki-laki dan perempuan dapat mengakibatkan kehamilan secara tidak langsung.

    "Dewan etik akan melaksanakan tugas selama satu bulan dan dapat diperpanjang jika dipandang perlu. Terkait proses ini, KPAI segera akan melaporkan kepada Bapak Presiden dan Pimpinan DPR RI," ujar Ketua KPAI, Susanto lewat keterangan tertulis pada Selasa, 25 Februari 2020.

    Dewan etik yang dibentuk KPAI ini nantinya bertugas mengklarifikasi, mendalami pernyataan yang bersangkutan, serta memberikan rekomendasi kepada KPAI terkait sanksi yang akan diberikan.

    Dewan etik berisi tiga orang anggota yakni; Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Dewa Gede Palguna, Mantan Pimpinan Komnas HAM sekaligus Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, dan Mantan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ernanti Wahyurini.

    Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty, mengimbau untuk memisah kolam renang laki-laki dan perempuan. Sitti menyebut berenang bersama dapat mengakibatkan kehamilan secara tidak langsung. Video pernyataan Sitti kemudian viral di media sosial.

    Sitti kemudian meminta maaf dan mencabut pernyataannya tersebut. Dia mengatakan, pernyataan itu bersifat pribadi alias bukan atas nama lembaga KPAI. "Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat," kata Sitti dalam siaran tertulisnya, Ahad, 23 Februari 2020


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.