Sekjen Gerindra Sebut Kader Masih Ingin Prabowo Maju Pilpres 2024

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Wartawan mulai menunggu di depan rumah Prabowo Subianto terkait dengan rencana deklarasi calon wakil presiden malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Wartawan mulai menunggu di depan rumah Prabowo Subianto terkait dengan rencana deklarasi calon wakil presiden malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan masih banyak kader Gerindra yang menginginkan ketua umumnya, Prabowo Subianto maju kembali menjadi calon presiden 2024. Aspirasi itu dia dapat dari kunjungan dan pertemuan dengan kader di daerah.

    "Kehendak kader memang masih berharap dan menginginkan agar Pak Prabowo bersedia kami majukan kembali menjadi calon presiden," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Hal ini disampaikan Muzani sekaligus menanggapi hasil survei Indo Barometer dan Median yang menyebut Prabowo masih berpeluang kuat maju menjadi calon presiden 2024. Meski begitu, Muzani mengatakan Gerindra dan Prabowo belum mengambil keputusan terkait itu.

    "Semua bergantung kepada beliau dan kami belum berkonsultasi mengenai perkembangan terakhir," ujar Muzani.

    Muzani mengatakan, partainya kemungkinan akan mengambil keputusan politik mengenai 2024 dalam kongres tahun ini. Ia berujar partainya saat ini tengah menyiapkan kongres. Namun dia belum merinci kapan tepatnya forum tertinggi partai itu akan digelar.

    "Kami sedang mempersiapkan kongres pertama di tahun 2020 ini, belum mengambil keputusan politik tentang pencalonan presiden," kata Muzani.

    Muzani pun enggan merinci siapa kandidat yang mungkin berpasangan dengan Prabowo jika maju pilpres mendatang. Ia hanya mengatakan Gerindra membuka peluang dengan siapa pun, termasuk terbuka pada kemungkinan memasangkan Prabowo dengan Puan Maharani.

    "Saya kira Pak Prabowo sekarang yang paling penting mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan terbuka peluang dengan siapa pun. Hubungan kami dengan PDIP pun bagus," kata Muzani.

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari sebelumnya memprediksi Prabowo-Puan akan unggul jika dipasangkan di Pilpres 2024. Dia pun membeberkan sejumlah simulasi Prabowo-Puan melawan beberapa kandidat lain.

    Dari hasil simulasi pertama, Prabowo-Puan meraup suara 39,3 persen, unggul atas Anies Baswedan-Airlangga Hartarto 21,9 persen. Pada simulasi kedua, Prabowo-Puan dilaga dengan Anies-Muhaimin, hasilnya tetap duet ini yang menang.

    Mereka memperoleh 38,6 persen, unggul jauh di atas pasangan Anies-Muhaimin Iskandar 22,1 persen. Begitu pula dengan dua simulasi berikutnya melawan Anies-AHY dan Anies-Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.