WNI Awak Kapal Diamond Princess Berharap Dijemput dengan Pesawat

Seorang penumpang negtif virus corona berbicara pada petugas saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 69 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Diamond Princess Cruise berharap cepat dipulangkan dari Yokohama, Jepang. Mereka khawatir ancaman tertular virus Corona atau COVID-19 semakin besar jika mereka semakin lama tertahan di sana.

Salah satu kru, Dimas Wahyu Pratama mengatakan para WNI berharap dipulangkan dengan pesawat. "Kami intinya ingin cepat pulang, harapan kami dijemput pakai pesawat enggak kapal laut," kata dia kepada Tempo, Senin malam, 24 Februari 2020.

Perjalanan kapal laut memang akan memakan waktu hingga sekitar 24 hari. Pemerintah hingga hari ini pun belum memutuskan skema penjemputan para WNI di sana menggunakan pesawat atau kapal.

Menurut Dimas, para kru kapal itu tak masalah jika nantinya harus dikarantina di Indonesia. Mereka merasa lebih baik diisolasi di Indonesia ketimbang bertahan di dalam kapal yang kini sandar di Yokohama, Jepang, itu lebih lama lagi.

"Kalaupun di karantina di Indonesia enggak masalah, yang penting kami dapat udara segar tanah air dan tempat yang luas. Kami (orang) Indonesia juga," kata pria 23 tahun ini.

Ada 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess. Sembilan di antaranya sudah dinyatakan positif terkena virus Corona dan kini dirawat di rumah sakit di Yokohama.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelumnya menyatakan pemerintah tak ingin terburu-buru mengevakuasi WNI yang ada di kapal Diamond Princess. Ia beralasan pemerintah masih bernegosiasi dengan Jepang terkait skema pemulangan.

Purnawirawan ini mengakui pemerintah Jepang menyarankan evakuasi dilakukan dengan pesawat. Namun, Terawan seperti berkukuh penjemputan bakal dilakukan dengan kapal laut.

Terawan mengatakan pemerintah harus tetap menjaga Indonesia yang disebutnya negatif Corona. "Negara yang buru-buru ngambil (warga negaranya) coba, Australia itu dari negatif jadi positif kan, kita mau seperti itu? Amerika juga sama kan, masa mau ngikutin yang seperti itu? Kita hati-hati," kata dia di Istana Kepresidenan, Senin lalu.

EGI ADYATAMA






Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

3 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

2 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

3 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

4 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

5 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

5 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan