Jepang Paksa RI Jemput WNI Pakai Pesawat, Terawan Berhati-hati

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengakui pemerintah Jepang sudah memaksa pemerintah Indonesia untuk segera menjemput para WNI yang merupakan kru kapal Diamond Princess menggunakan pesawat. Kendati demikian, sampai saat ini pemerintah belum mengambil keputusan untuk menjemput kru tersebut dengan pesawat atau kapal.

    "Itu paksaan mereka (pakai pesawat), tapi kami masih nego," ujar Terawan usai bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2020.

    Namun, ketika ditanya apakah pemerintah sedang bernegosiasi agar bisa memulangkan kru dengan kapal, Terawan tidak menjawab lugas. "Ya pokoknya kami nego untuk paling bagus lah, tenang aja," ujar Terawan.

    Dia mengatakan, alotnya keputusan pemerintah menentukan opsi pemulangan kru kapal Diamond Princess ini karena ingin tetap mempertahankan Indonesia dalam zona hijau. Pemerintah berupaya untuk menjaga agar 264 juta jiwa penduduk Indonesia selamat dari wabah virus corona, di samping tetap memberikan perhatian kepada WNI yang ada di Jepang.

    "Kami hati-hati. Negara kita sangat berhati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah apa yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan itu akan kami lakukan dengan tertib dan ketat," ujarnya.

    Kapal Diamond Princess terjebak dalam epidemi virus corona sejak awal Februari. Kementerian Kesehatan bahkan menyebut kapal ini sebagai episentrum baru virus Covid-19, setelah Wuhan. Data terkini, sudah ada sembilan awak kapal yang terjangkit virus corona.

    Terawan mengatakan, pemerintah akan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang memadai di rumah sakit Jepang. "WNI yang kena kan juga dirawat oleh pemerintah Jepang, yang sembilan orang itu," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.