Rano Karno Akui Terima Rp 7,5 Miliar dari Adik Ratu Atut

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor pemeran Doel, Rano Karno menjawab pertanyaan saat mempromosikan film Si Doel The Movie 2 di Kantor Berita Antara, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Film ini dibintangi oleh Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, Suti Karno, dan masih banyak lagi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Aktor pemeran Doel, Rano Karno menjawab pertanyaan saat mempromosikan film Si Doel The Movie 2 di Kantor Berita Antara, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Film ini dibintangi oleh Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, Suti Karno, dan masih banyak lagi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengakui pernah menerima Rp 7,5 miliar dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Dia mengatakan uang itu diberikan untuk dana kampanye Pemilihan Gubernur Banten pada 2011.

    "Saya tahu, sumber dari Pak Wawan, tapi itu untuk kepentingan kampanye pada waktu itu," kata Rano saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

    Rano bersaksi untuk terdakwa Wawan dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas di Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012, serta kasus pencucian uang.

    Wawan didakwa mengatur usulan anggaran dan proyek di Provinsi Banten bersama kakaknya, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Wawan menggunakan empat perusahaannya untuk mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek yang dilakukan di Banten, termasuk Tangerang Selatan.

    Rano maju menjadi Calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut pada Pilgub 2011. Rano mengatakan uang Rp 7,5 miliar itu diberikan kepada ketua tim kampanye Agus Subhan. Rano mengaku hanya mendapatkan laporan penerimaan saja. Menurut dia, uang diberikan secara bertahap. "Artinya, (kalau) ada pengusulan, enggak brek gitu, pak," kata Rano.

    Rano menyebutkan uang dari Wawan itu kemudian dipakai untuk membuat kaos kampanye, sewa kantor dan membuat atribut kampanye lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.