Antisipasi Virus Corona, KRI Suharso Evakuasi Awak World Dream

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Han Yi, seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 22 Februari 2020. Kasus infeksi virus corona mencapai lebih dari 79.930. Xinhua/Xiao Yijiu

    Han Yi, seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 22 Februari 2020. Kasus infeksi virus corona mencapai lebih dari 79.930. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memerintahkan Kapal Perang Republik Indonesia Suharso milik TNI-AL untuk menjemput awak kapal The World Dream, yang terjebak dalam wabah virus Corona sejak awal Februari. Sesuai arahan Presiden, masalah ini akan ditangani satu persatu.

    “Sudah diputuskan untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream, Kapal Suharso sudah ke ke laut," ujar Muhadjir usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 24 Februari 2020.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, sebelumnya kapal World Dream menjadi 'petualang laut' di perairan internasional dekat Bintan, karena ditolak bersandar di seluruh negara termasuk Indonesia. Sementara itu, ada sekitar 270-an WNI yang merupakan awak kapal, terjebak di sana.

    Yurianto menjelaskan teknis penjemputanya, kapal TNI-AL Suharso akan bertemu dengan The World Dream di perairan internasional, setelah itu para WNI akan dipindahkan dari kapal ke kapal. "Setelah mereka masuk kapal TNI-AL, akan diobservasi on board karena memang data awal mereka tidak ada yang sakit atau terinfeksi Covid-19," ujar Yurianto di kantornya, Jumat, 21 Februari 2020.

    Setelah diobservasi on board, observasi di darat juga akan tetap dilakukan selama 14 hari. Hal yang sama dilakukan terhadap para WNI Eks Wuhan yang dievakuasi untuk diselamatkan dari virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.