7 Tindakan Kemendikbud Setelah Susur Sungai Sempor Makan Korban

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berupaya mengevakuasi siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Kecelakaan ini bermula saat sekitar 250 siswa melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Kali Sempor. Twitter/@TRCBPBDDIY

    Petugas berupaya mengevakuasi siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Kecelakaan ini bermula saat sekitar 250 siswa melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Kali Sempor. Twitter/@TRCBPBDDIY

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ade Erlangga Masdiana, menyampaikan sejumlah langkah kementerian setelah acara susur sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta yang diikuti ratusan siswa SMPN 1 Turi menewaskan 10 siswa. “Kementerian mendorong evaluasi menyeluruh pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah," kata Ade kepada Tempo, Ahad, 23 Februari 2020.

    Sepuluh dari 249 siswa SMPN 1 Turo Sleman, anggota Pramuka, meninggal karena terseret arus Sungai Sempor ketika mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor pada Jumat sore, 21 Februari 2020 yang digelar oleh Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Arus sungai yang mendadak deras dan debit airnya meninggi karena hujan. Sepuluh pelajar meninggal karena tenggelam.

    Polisi menetapkan IYA sebagai tersangka kasus ini. Kwartir Nasional Pramuka akan memberikan sanksi kepada IYA sehubungan dengan kecelakaan pada acara Pramuka susur sungai ini. Akan halnya Kementerian akan menetapkan langkah agar kejadian serupa tidak berulang. Berikut langkah yang akan diitetapkan:

    1. Menyusun standar prosedur agar mitigasi risiko menjadi kesadaran bersama antara pembina dan siswa

    2. Mendorong guru agar memiliki literasi tentang perubahan iklim.

    3. Setiap kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan atau sekolah harus seizin kepala sekolah.

    4. Para guru terutama pembina kegiatan harus bisa memastikan manajemen risiko kegiatan.
    "Apalagi jika melibatkan jumlah peserta yang banyak atau besar. Proporsi siswa dengan pembina harus benar, apalagi kegiatan yang mempunyai konten berbahaya bagi keselamatan orang," ujar Ade.

    5. Sanksi dan penghargaan harus diberikan meski Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler.
    Prinsip ini akan tetap dijalankan agar kehati-hatian menjadi kesadaran bersama.

    6. Untuk sementara ini semua kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah ditunda sepanjang musim hujan.
    Ade menyarankan agar fokus kegiatan di dalam ruangan kelas.

    7. Perlu pembinaan rutin dan terencana tentang prosedur keselamatan untuk kegiatan yang berisiko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.