Musibah Susur Sungai, Menteri Nadiem Sampaikan Belasungkawa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Posko penanggulangan bencana di Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman Sabtu (22/2). Tempo/Pribadi Wicaksono

    Posko penanggulangan bencana di Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman Sabtu (22/2). Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi yang menjadi korban dalam musibah susur sungai Sempor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Saat ini, tim Kemendikbud telah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait untuk memastikan evakuasi dan penanganan para korban menjadi prioritas.

    "Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini," kata Nadiem dalam siaran tertulisnya, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Nadiem berharap siswa yang mengalami luka-luka serta trauma karena kejadian itu segera mendapatkan kesembuhan serta pemulihan. Selain memastikan prioritas perawatan kepada para korban luka dan trauma psikis, Nadiem juga meminta tim Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) bersama tim Inspektorat Jenderal untuk melakukan investigasi di lapangan.

    Saat ini, Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal  Kemendikbud sedang berada di lokasi untuk meninjau dan memberikan arahan penanganan secara langsung. "Kami bersama pemerintah setempat dan pihak berwajib terjun langsung ke lapangan untuk menelusuri apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi," katanya.

    Musibah yang terjadi pada Jumat kemarin ini, menurut Nadiem , menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk terus berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah. “Sekolah mesti benar-benar memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan sekolah agar dapat mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Itu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang," ujarnya.

    Berdasarkan laporan terakhir yang diterima tim Kemendikbud, sebanyak 249 siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Turi mengikuti kegiatan susur sungai sebagai bagian dari mancakrida ekstrakurikuler Pramuka.

    Sebanyak 216 siswa selamat, kemudian 21 siswa dengan kondisi luka ringan, dan 2 siswa mengalami luka berat dan telah dirawat inap di Puskesmas. Jumlah korban jiwa sebanyak delapan siswa atas nama Nur Azizah (15), Latifah Zulfa (15), Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Khoirunnissa Nurcahyani Sukmania (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Fanesha Dida (13), dan Nadine Fadila Khasanah (13). Kemudian dilaporkan, dua jenazah korban jiwa masih belum teridentifikasi.

    Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Minhajul Ngabidin melaporkan bahwa tim tim LPMP juga membuka posko di SMPN 1 Turi.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.