KPK akan Kendalikan Informasi dan Pemberitaan pada Publik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KPK. ANTARA

    Ilustrasi KPK. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya untuk mengendalikan arus informasi dan pemberitaan terkait lembaga antisurah tersebut. Salah satu caranya dengan meredam informasi negatif dan melakukan konter opini negatif terhadap KPK.

    "Penyampaian informasi KPK berisifat positif, melalui juru bicara, saluran publikasi lainnya dan komunikasi massa kepada publik dan pemangku kepentingan dalam rangka peningkatan reputasi organisasi," demikian pernyataan dalam Arah dan Kebijakan Umum KPK Tahun 2020 pada Sabtu, 22 Februari 2020.

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, tim hubungan masyarakat (humas) dan juru bicaralah yang nantinya akan merumuskan strategi pengendalian arus informasi dan pemberitaan.

    "Tapi saya kira tugas humas dan juru bicara salah satunya adalah membangun gambaran organisasi dan meredam berita-berita yang merugikan informasi," ujar Alexander saat dihubungi pada Sabtu, 22 Februari 2020.

    Tempo sudah menghubungi Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, tetapi tak kunjung mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.

    Selain mengendalikan pemberitaan, KPK juga bakal mengoptimalisasi pengelolaan pelayanan informasi publik, pemberitaan, dan publikasi serta dokumentasi kegiatan KPK kepada pihak eksternal dan internal.

    Sementara kebijakan internal, KPK akan diseminasi kebijakan internal seperti peraturan komisi, keputusan komisi, atau surat edaran, dan kebijakan eksternal KPK. Terakhir, adanya penguatan komunikasi organisasi secara internal dan membangun internalisasi budaya kerja KPK dan nilai-nilai dasar KPK.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.