Sandiaga Tertawa Tanggapi Usulan Menteri Muhadjir, Begini Katanya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno (Instagram - @sandiuno)

    Sandiaga Uno (Instagram - @sandiuno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandiaga Uno tertawa lepas ketika mendengar usulan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar orang kaya menikahi orang miskin untuk menekan kemiskinan.

    "Hahahahaha, jodoh itu bukannya ditangan Allah?" kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Jakarta, hari ini, Sabtu, 22 Februari 2020. "Tapi ini menarik memang ada yang mengapresiasi. Ini kan terobosan."

    Sandiaga, yang menjadi Calon Wakil Presiden 2024, lalu menjelaskan soal jodoh dan kemiskinan. 

    Dia menerangkan bahwa jodoh seseorang tidak akan tertukar. Di sisi lain, pemerintah ingin memberantas kemiskinan.

    Dia berpendapat rasa empati kepada kaum miskin bisa diwujudkan dalam bentuk apapun.Sandiaga mencontohkan, si kaya menyumbang kepada si miskin dengan mendirikan kegiatan filantropi.

    "Untuk mengawinkan antara si kaya dan si miskin ini saya rasa pemerintah terlalu jauh masuk ke ranah privat."

    Mantan Wakil Gubernur DKI tersebut malah berpendapat usulan Menteri Muhadjir tadi termasuk salah satu inovasi. Tetapi, urusan mengawinkan orang kaya dan miskin terlalu privat dan harus dikembalikan kepada masing-masing individu.

    Menteri Muhadjir mengusulkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi. Menurut dia hal ini bisa mencegah peningkatan angka kemiskinan.

    Muhadjir mengakan ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan, seperti mencari jodoh yang setara.

    “Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru. Inilah problem di Indonesia,” tuturnya dalam pidatonya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu lalu, 19 Februari 2020.

    Itu sebabnya dia menyarankan Menteri Agama membuat fatwa. “Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.