Dua Korban Susur Sungai Kembali Ditemukan, Belum Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Petugas gabungan  berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan telah menemukan lagi dua korban musibah susur sungai yang sebelumnya dilaporkan hilang.

    "Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Menurut Makwan, setelah ditemukan, kedua korban tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Turi. "Saat ini identitas dua korban yang ditemukan belum teridentifikasi, masih proses identifikasi," ujarnya.

    Dengan ditemukannya dua korban itu, kata Makwan, maka jumlah korban meninggal yang ditemukan berjumlah 9 orang. Tujuh orang diantaranya telah teridentifikasi.

     
    Adapun tujuh korban yang telah teridentifikasi adalah Nur Azizah, Latifah Zulfa, Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Khoirun Nissa, Evita Putri Larasati dan Vanesha Dida.

    Saat ini, Makwan mengatakan tim pencari gabungan masih melanjutkan pencarian di enam titik pantau.

    Dalam tragedi Sungai Sempor itu, ada sebanyak 249 siswa yang ikut kegiatan susur sungai. Selain korban tewas dan hilang, sebanyak dua orang masih menjalani rawat inap dan 21 lainnya mengalami luka namun hanya rawat jalan. Sisanya selamat dan sudah pulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.