Taufik Hidayat Diduga Beri Uang Rp 2 M ke Asisten Imam Nahrawi

Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Taufik Hidayat menjawab pertanyaan wartawan di Kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 12 September 2019. TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (PPK Satlak Prima), Candra Bekti, mengatakan Taufik Hidayat memberikan uang Rp 2 miliar kepada asisten pribadi eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Uang itu rencananya diperuntukkan untuk Menpora Imam Nahrawi. Hal ini disampaikan Candra dalam sidang pemeriksaan saksi terhadap terdakwa eks Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dana hibah KONI. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Jumat, 21 Februari 2020.

Keterangan ini muncul ketika Jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan Candra. Dalam BAP itu, Candra pernah mendengar dari Edward alias Ucok, mantan PPK Satlak Prima, yang dimintai uang sebesar Rp 2 miliar oleh Tommy Suhartanto, Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima untuk Menpora Imam Nahrawi.

Jaksa kembali mengatakan, Candra mengetahui jika Ucok mengonfirmasi permintaan itu ke Zainun. Zainun adalah staf khusus Candra.  Dari keterangan itu ternyata uang itu diminta untuk diserahkan kepada Taufik Hidayat. Kala itu, Taufik merupakan Wakil Ketua Satlak Prima.

Lebih lanjut Jaksa mengatakan bahwa Ucok, melalui temannya, menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Taufik Hidayat. Setelah penyerahan uang tersebut, Edward mengonfirmasi kepada Taufik Hidayat dan disampaikan bahwa uang tersebut sudah diambil oleh saudara Miftahul Ulum. "Betul saudara mendengar ini?" kata Jaksa.

Candra pun mengakui dia mendengar hal itu. "Iya, betul. Jadi waktu itu, ini ada temuan BPK terkait dengan PPK-nya si Edward alias Ucok ini. Karena ada temuan, Ucok tidak lagi PPK, saya yang sudah menggantikan beliau, mengganti si Edward. Kemudian Edward saya panggil," katanya.

Candra menjelaskan, temuan BPK itu menunjukkan adanya masalah anggaran Satlak Prima sebesar Rp 10 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan oleh Edward.

"Iya tahun 2016. Kemudian Saya panggil Ucok ini, harus clear kalau tidak nanti disclaimer saya bilang. Nah beliau, Edward ceritanya yang Pak Jaksa bacakan tadi," ujarnya.

Jaksa pun kembali meminta penegasan Candra terkait kebenaran uang Rp2 miliar itu diberikan ke Taufik Hidayat untuk diberikan kepada Miftahul Ulum. "Iya saya dengar itu saja," kata Candra.

Seperti diketahui, Imam Nahrawi didakwa menerima uang sebesar Rp 11,5 miliar guna mempercepat persetujuan dana hibah KONI ke Kemenpora. Hal itu dilakukan Imam bersama Miftahul Ulum.

Jaksa menegaskan bahwa Miftahul dan Imam menerima suap dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI, Johnny E Awuy. Jaksa menyebut Miftahul dan Imam mengetahui bahwa hadiah tersebut diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan Bantuan Dana Hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora pada 2018.






Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

2 hari lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

Skuad asuhan Bima Sakti menjalani laga uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17. Timnas U-17 menang dari tim PPLP Kemenpora.


Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

10 hari lalu

Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

Kejati Papua Barat menghentikan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan hibah PON XX pada organisasi KONI Papua Barat.


KONI Klaim Hadiah Pemenang Indonesia International Marathon Jack Ahearn Sudah Lunas

31 hari lalu

KONI Klaim Hadiah Pemenang Indonesia International Marathon Jack Ahearn Sudah Lunas

Ada 2 pelari asing pemenang Indonesia International Marathon yang hadiahnya belum dibayarkan. Sandiaga Uno angkat bicara.


Polemik Hadiah Indonesia International Marathon untuk Pelari Asing, Ini Penjelasan KONI Pusat

31 hari lalu

Polemik Hadiah Indonesia International Marathon untuk Pelari Asing, Ini Penjelasan KONI Pusat

Indonesia International Marathon digelar pada 26 Juni 2022 di Bali. Sebagai pemenang, pelari asing, Jack Ahearn, mengaku belum menerima hadiahnya.


Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

50 hari lalu

Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Ni Nengah Widiasih beserta ratusan atlet lainnya mengambil sumpah sebagai PNS di Lingkungan Kemenpora. Berikut profil dan sederet pestasinya.


Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

51 hari lalu

Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

Satreskrim Polres Bogor membongkar motif pembunuhan Bendahara KONI yang didalangi oleh anggota TNI AU.


Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Ni Nengah Widiasih Menjadi PNS di Kemenpora

51 hari lalu

Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Ni Nengah Widiasih Menjadi PNS di Kemenpora

Ni Nengah Widiasih beserta ratusan atlet lain meraih penghargaan dan kesetaraan sebagai PNS di lingkungan Kemenpora. Atlet paralimpiade ini bahagia.


Pegadaian dan Kemenpora Jalin Kerja Sama

51 hari lalu

Pegadaian dan Kemenpora Jalin Kerja Sama

Kerja sama dalam hal literasi, penyediaan produk, layanan dan pelaksanaan kegiatan corporate social responsibility


41 Tahun Taufik Hidayat, Peduli Regenerasi Pemain Bulu Tangkis

53 hari lalu

41 Tahun Taufik Hidayat, Peduli Regenerasi Pemain Bulu Tangkis

Taufik Hidayat hari ini berulang tahun ke-41. Ini penggalan perjalannya sebagai mantan atlet bulu tangkis nomor wahid di Indonesia.


Fakta dan Sejarah Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

54 hari lalu

Fakta dan Sejarah Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Indonesia menjadi negara tersukses kedua setelah Cina di ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.